Kurikulum Teknik Harus Inovatif

0
309
SUASANA Rapat Forum Teknik BKS-PTN Barat), Rabu (1/5) hingga Kamis (2/5) lalu di BCC Hotel, Batam. f-istimewa

UMRAH Tuan Rumah Rapat Forum Teknik BKS-PTN Wilayah Barat

Para dekan fakultas teknik perguruan tinggi dari beberapa provinsi mengadakan rapat penting di Batam. Rapat forum diharapkan bisa menciptakan inovasi kurikulum yang kompetensi.

TANJUNGPINANG – HAL ini disampaikan Wakil Rektor I Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Prof. Dr. Rer nat. H. Rayandra Asyhar, M.Si saat membuka Rapat Forum Teknik Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (BKS-PTN Barat), Rabu (1/5) hingga Kamis (2/5) lalu di BCC Hotel, Batam.

UMRAH kali ini didaulat sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Rapat Forum Teknik BKS-PTN Barat yang dibuka oleh Sekretaris BKS-PTN Barat yang juga Wakil Rektor I UMRAH.

Dalam sambutannya Prof. Rayandra menyampaikan harapannya agar melalui rapat forum teknik yang dihadiri para dekan tersebut dapat menciptakan inovasi kurikulum yang kompetensi

”Kami berharap agar melalui Rapat Forum Teknik yang dihadiri para Dekan BKS-PTN Barat bidang teknik ini dapat menciptakan inovasi kurikulum yang kompetensi, utamanya disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah masing-masing dan dapat dikolaborasikan,” ungkap Prof. Ray.

Rapat Forum Teknik BKS-PTN Barat ini dipimpin langsung oleh Prof. Suharno M.S, M.Sc, Ph.D, IPU yang juga sebagai Ketua Forum Teknik di BKS-PTN Barat.

Session talk dengan tema ‘Inovasi Kurikulum Bidang Ilmu Teknik dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0’ menjadi salah satu sesi yang sangat penting bagi para peserta.

Dalam helat ini juga diselenggarakan penandatangan MoU antara Universitas dengan PT.DUGI yang merupakan mitra resmi Google for Education dalam hal peningkatan kapasitas institusi pendidikan tinggi bidang pembelajaran.

Pertemuan ini diikui oleh 17 Fakultas Teknik dari PTN yang tergabung di BKS-PTN Barat, yang diwakili oleh para Dekan dan Ka. Prodi terdiri dari UMRAH, UNILA, UNSYIAH, USU, UNSRI, UNJA, UTU, UNIMAL, UNTAN, UNRI, UNIB, UPR, UBB, UIN Ar’Raniry, UIN Jakarta, UNTIRTA dan UNAND.

BPKP Jadi Pembicara
Sebelumnya, Satuan Pengawas Intern (SPI) UMRAH menggelar lokakarya Pembinaan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Rabu (2/5) lalu di Ruang serbaguna lantai 3 Rektorat UMRAH, Dompak

Hadir sebagai narasumber, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kepri, Indra Khaira Jaya yang menyampaikan materi bertajuk ‘Meneguhkan Peran BPKP dalam Pembangunan Zona Integritas Universitas Maritim Raja Ali Haji menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)”.

”Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Indra Khaira Jaya selaku Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kepri yang telah sudi untuk menjadi narasumber pada kegiatan ini. Ini merupakan hal yang langka karena mengingat kesibukan beliau yang begitu padat. Begitu juga untuk narasumber lainnya dari BPKP Provinsi Kepri,” ungkap Rektor UMRAH, Prof. Akhlus dalam sambutannya saat membuka lokakarya.

Pada kesempatan ini, Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Riau, Indra Khaira Jaya didampingi dengan Koordinator Pengawasan Bidang Investigasi, Ahmad Fauzi bertindak sebagai pemateri lokakarya.

Dalam paparannya, Indra Khaira Jaya sangat mengapresiasi dan mendukung segala upaya yang dilakukan untuk mencegah sekaligus memberantas tindakan-tindakan korupsi. Sekedar diketahui, Universitas Maritim Raja Ali Haji didirikan atas keinginan segenap warga Provinsi Kepulauan Riau untuk memiliki Perguruan Tinggi Negeri yang akan menjadi tempat para pemuda dan pemudi Bumi Segantang Lada ini memperoleh pendidikan tinggi dan ditempa menjadi pemimpin, wirausahawan, dan orang yang berguna bagi Kepri di masa depan.

Setelah melalui rangkaian proses yang panjang dimulai dari terbit SK Mendiknas No.124/D/O/2007 tentang izin berdirinya UMRAH hingga terbitnya Peraturan Presiden No.53 Tahun 2011 tentang Pendirian UMRAH sebagai Perguruan tinggi negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional yang kini kembali kepada nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka resmilah UMRAH menyandang status sebagai perguruan tinggi Negeri di wilayah perbatasan Indonesia.

UMRAH di awal berdirinya merupakan penggabungan dari Stisipol Raja Haji dan Politeknik Batam, dengan ditambah beberapa program studi baru. Kemudian Stisipol dan Politeknik Batam Memutuskan untuk berdiri kembali sebagai PT mandiri.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here