Lagi, ASN Terjerat Narkoba

0
223
ASN bernama D Novariawan (tengah) diapit personel Satresnarkoba Polres Karimun karena kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu. f-istimewa

Satuan Reserse Narkoba (Satesnarkoba) Polres Karimun mengamankan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), karena diduga memiliki dan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu, Senin (22/10) malam

KARIMUN – ”Setelah diperiksa, ia mengaku bernama D Novariawan (37). Ia bekerja d isalah satu lembaga Pemerintah Daerah di Karimun. Turut juga diamankan barang bukti satu paket kecil narkotika diduga jenis sabu-sabu, dengan berat kotor 0,70 gram. Selain itu, juga terdapat rokok, tisu, handphone,” kata Kasat Narkoba, Rayendra, Kamis (25/10).

Rayendra menambahkan, D Novariawan diamankan di Kampung Harapan Kelurahan Harjosari, Tebing.

Penangkapan D Novariawan berawal dari informasi dari masyarakat, bahwa yang bersangkutan yang tanpa hak melawan hukum membawa, memiliki dan menyimpan narkoba dan informasi tersebut ditindaklanjuti.

Selanjutnya, personel Satresnarkoba Polres Karimun yang dipimpin oleh Kanit Idik II IPDA Mega Satriatama, S.Tr,K menuju ke lokasi yang diinformasikan sekira pukul 23.30 WIB.

Pada saat itu, tim melihat seorang pria yang diinformasikan tersebut sedang berdiri dan dilakukan penangkapan.

”Pada saat dilakukan penangkapan, personel Satresnarkoba sempat melihat D Novariawan membuang sesuatu keluar pagar dari tangan sebelah kanan. Kemudian, ia mengambil barang bukti tersebut dan dibuka dan ditemukan satu paket kecil narkotika diduga jenis sabu-sabu yang dibungkus dengan tisu warna putih. Lalu, barang tersebut disimpan dalam kotak rokok,” terangnya.

Personel kembali melakukan penggeledahan di dalam rumah, dan tidak ditemukan adanya narkoba.

Kemudian, D Novariawan dibawa ke Mapolres Karimun untuk diperiksa dan dikembangkan pengakuannya.

Padahal, keesokan harinya Polres Karimun, Selasa (23/10) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas pencegahan penyalahgunaan narkoba.

FGD diselenggarakan dengan peserta dari masyarakat, pengurus LSM dan pelajar.

Peserta FGD yang hadir, diberikan pemahaman tentang bahaya narkoba bagi kesehatan dan ancaman hukuman jika tersandung dengan narkoba baik sebagai pemakai atau pengedar

Untuk itu, sangat dipandang perlu sejak sekarang diingatkan tidak sesekali memakai atau mengedarkan narkoba.

Ia mengajak juga pengurus LSM, pelajar dan tokoh masyarakat menjadi penyampai tentang bahaya narkoba di tengah masyarakat.

Kepada pelajar, lanjut Rayendra, sebagai penerus pembangunan Karimun tentunya harus diingatkan agar tidak terjerumus penggunaan narkoba. ”Tekat untuk meraih Prestasi yes, Narkoba No harus didoktrin sejak saat ini,” tegasnya.(ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here