Lagi Ngebut, Dihadang Pakai Kayu Broti

0
578
Para pejabat Polres Tanjungpinang saat mengekpos hasil penyelidikan joki balap liar yang tewas di Jembatan Dompok.f-raymon-kayu yang digunakan

Ternyata Ribut Karena Perselisihan Geng Motor

TANJUNGPINANG – Polres Tanjungpinang menetapakan dua anak di bawah umur berinisial As (15) dan Mj (17) dalam kejadian perbuatan penganiayaan berat yang menyebabkan matinya korban Johan, di Jalan Jembatan Dompak I, Kamis (17/1) sekira pukul 21.30.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan, kejadian itu berawal saat dua kelompok anak muda (geng motor) yang masing-masing pakai sepeda motor. Saat geng motor (kelompok korban) melewati geng motor kedua yang merupakan kelompok tersangka, mereka menggeber sepeda motornya. “Karena tidak senang dan merasa panas dengan geng motor korban yang menggeber-geber sepeda motornya, kedua tersangka pergi ke arah Jalan Wiratno atau tepatnya di depan Ramayana, mengambil kayu dan balok,” katanya Sabtu (20/1).

Dari pemeriksaan saksi-saksi diketahui tersangka As memegang kedua kayu itu, sedangkan Mj yang menggunakan sepeda motornya.

Baca Juga :  Parkir di Rumah Sakit, Mobil Ford Terbakar

“Setelah mengambil kayu, kedua tersangka balik ke jembatan menunggu korban yang datang dari arah berlawanan sambil menggeber-geber sepeda motor di depan kedua tersangka,” ungkapnya.

Ardiyanto menyebutkan, saat korban menggeber-geber sepeda motornya dengan kecepatan yang tinggi kedua tersangka menghalangi korban dengan dua bilah kayu yang dipegangnya.

Korban yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan tidak menggunakan helm, sudah tidak bisa menghindar lagi, sehingga kepala korban mengenai kayu yang dipegang oleh As dan motornya hilang kendali. Akhirnya, korban dan kendaraanya terseret hingga 90 meter. Kepala pun luka-luka di bagian kepala.

“Saat diperiksa penyidik, kedua kelompok anak geng motor ini memberikan keterangan yang berbeda-beda,” tuturnya.

Korban terjatuh dengan kondisi tidak sadarkan diri, kemudian anggota Satlantas Polres Tanjungpinang turun ke lokasi dan membawa korban ke rumah sakit angkatan laut. Namun, korban tidak bisa diselamatkan dan akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga :  Teluk Keriting Akan Direklamasi

Atas perbuatannya, tersangka As dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP, sedangkan untuk tersangka yang berinisial Mj dijerat dengan Pasal 356 KHUP.

”Karena masih sekolah, akan ada pertimbangan-pertimbangan untuk tersangka anak-anak yang masih sekolah,” ujarnya.

Sementara itu Ketua KPPAD Kepri M Faisal menyebutkan, dengan kejadian ini peran orang tua harus ditingkatkan yang mana anak dibawah umur harus mempertanggung jawabkan tindak pidana dan harus berhadapan dengan hukum.

”Ini kondisi yang sangat luar biasa sekali, untuk anak dibawah umur yang melakukan tindak pidana hingga menghilangkan nyawa orang lain,” katanya.

Menurutnya, saat kondisi seperti ini orang tua mana yang menginginkan hal ini terjadi tetapi sudah terlanjur terjadi, kami mengimbau ke semua pihak untuk lebih perduli dalam mengawasi anak-anak dimanapun mereka berada. ”Lakukan pengawasan, batasi pergaulan dimanapun mereka berada, sehingga kita mengetahui keberadaan anak,” jelasnya.

Baca Juga :  Polres Selesaikan SP3 Bobby Jayanto

Faisal menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pendampingan terhadap baik pelaku dan para saksi. Untuk dipersi para pelaku tidak mendapatkan dikarenakan ancaman hukuman mereka diatas tujuh tahun tetapi kita meminta anak-anak ini mendapatkan hak-hak mereka secara hukum.

”Diancam diatas tujuh tahun menutup kemungkinan mereka untuk dapat diversi. Untuk di Kepri sudah ada bebarapa kasus yang sama, di antaranya di Batam yang dilakukan oleh seorang anak perempuan dalam kasus begal,” pungkasnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here