Lagi, Sabu 1,4 Ton Diamankan!

0
852
KAPAL yang diduga membawa sabu diamankan di Mabes Polri dan BC di Karimun, kemarin. f-istimewa

KARIMUN – Kantor Wilayah BC Karimun dan Mabes Polri dikabarkan menangkap kapal bermuatan narkotika jenis sabu sekitar 1,4 ton, Jumat (23/2). Jaringan ini juga diduga ada kaitannya dengan penangkapan sabu sebelumnya 1,6 ton di perairan Anambas.

Pantauan Tanjungpinang Pos di Kanwil DJBC Kepri, sejumlah aparat keamanan menjaga ketat daerah itu. Terlihat ada beberapa orang polisi dan dua petugas Kanwil berjaga di pintu masuk.

Sore kemarin, mobil milik Badan Narkotika Nasional Kabupaten Karimun masuk ke dalam Kanwil DJBC Khusus Kepri. Kemudian disusul kehadiran Dandim 0317/Tbk Letkol Arm Rizal Analdie, dan sekira pukul 17.30 WIB Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin juga hadir.

Belum diketahui data pasti mengenai tangkapan kapal tersebut, akan tetapi saat ini para aparat Kepolisian, BNNK Karimun, TNI telah merapat ke Kanwil DJBC Khusus Kepri.

Baca Juga :  ATM di Indonesia, Uang Ditarik di Malaysia

Humas Kanwil DJBC Khusus Kepri Refly Silalahi membenarkan mengenai tangkapan kapal yang diduga membawa sabu tersebut. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkapkan jika saat ini ada satu kapal yang diduga masih jaringan kapal nelayan pengangkut 1,622 ton sabu.

Walau beredar informasi, dugaan kapal itu membawa sabu dalam jumlah besar juga, namun Tito tidak membenarkan atau membantah. Hanya saja disebutkan jika kapal itu sedang dibawa ke Karimun.

Pengamanan kapal yang diduga menjadi penyelundup berbentuk kapal nelayan itu, dibenarkan Tito, Jumat (23/2) diamankan aparat keamanan. Hanya saja belum diungkapkan Tito, isi kapal itu. Namun disebutkan, kapal diamankan Mabes Polri dan Bea Cukai.

”Memang ada satu lagi. Saya mendapat laporan tangkapan baru. Kapalnya, sekarang dibawa ke Tanjung Balai Karimun. Dibawa Bareskrim dan Bea Cukai,” bebernya.

Baca Juga :  STAI MU dan STIE Gelar Seminar TOEFL

Menurut Tito, laporan itu diterimanya bersama Menteri Keuangan, Sri Mulyani. ”Saya dan tim lapangan dan Bu Menteri Sri Mulyani, mendapat laporan yang sama. Kita akan sampaikan nanti. Apakah di kapal ada barang yang berbahaya termasuk narkoba, belum kita terima laporannya. Mudah-mudahan yang ditangkap ini, ada barang bukti. Karena ini menyelamatkan jutaan penduduk Indonesia,” imbuh Tito.

Sementara Menteri Keuangan, Sri Mulyani tidak membantah atau membenarkan tangkapan baru hari itu. Namun dia mengatakan, capaian kerja anak buahnya dalam mengungkap penyelundupan sabu, mereka apresiasi.

Sehingga hari itu, Sri Mulyani dan Tito memberikan penghargaan kepada petugas di kapal yang mengungkap kasus itu. ”Saya berulang kali, kerja sama dengan kepolisian, TNI dan BNN serta masyarakat. Kerja sama menjadi sangat penting, karena pengguna meningkat,” katanya.

Baca Juga :  Di Tanjungpinang, Justru Mubazir

Sri Mulyani mengingatkan penting meningkatkan kewaspadaan, karena ekonomi Indonesia sedang tumbuh. Sehingga diakui jika Indonesia menjadi salah satu target pasar.  ”Kalau tidak melakukan perbaikan, kita tidak bisa setop dari suplai. Kita akan melakukan perbaikan dengan keterbatasan tenaga yang tersedia. Karena kita semua tidak bisa fokus hanya narkoba. Teknologi akan diperbaiki dalam meningkatkan tugas monitoring. Termasuk kerja sama dengan luar negeri,” imbuh Sri Mulyani. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here