Lagi, Tarif Listrik Batam Naik 15 %

0
774
RAPAT: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun memimpin rapat kenaikan tarif listrik Batam bersama FKPD Kepri di Gedung Graha Kepri di Batam, Jumat (15/9). f-istimewa/humas pemprov kepri

BATAM – Setelah pemadaman bergilir dilakukan Bright PLN di Batam, akhirnya tarif listrik Batam naik lagi 15 persen. Ini merupakan kenaikan kedua kalinya tahun ini. Tahap pertama, taif listrik Batam sudah naik juga 15 persen. Sementara kenaikan 15 persen tahap ketiga akan dinaikkan Desember untuk tagihan Januari 2018.

Naiknya tarif listrik Batam sesuai keputusan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Kepri sesuai Peraturan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun. Tarif listrik disepakati naik untuk tahap dua dengan pemberlakuan mulai September untuk tagihan Oktober 2017. Kesepakatan itu dicapai pada rapat FKPD Kepri, Jumat (15/9) di Graha Kepri. Hadir pada kesempatan itu, Kapolda Kepri, Irjend Sam Budigusdian dan perwakilan dewan.

Hadir juga Wali Kota Batam HM Rudi dan Direktur Bright PLN Batam, Dadang Kurniadipura. ”Alhamdulillah, kita sudah putuskan untuk mengatasi persoalan di Batam, kita sepakat listrik naik. Sementara sampai Desember kita naikkan 15 persen,” ungkap Nurdin.

Keputusan itu diambil karena sebagaimana disampaikan PLN Batam, kondisi operasionalnya yang cukup berat. Sehingga tarif terpaksa dinaikkan. ”Kita tahu, biaya operasionl listrik selama ini sudah tidak sehat lagi. Karena itu, ada Peraturan Gubernur naik bertahap. Pemberlakuan mulai September tagihan Oktober. Kita tidak tarik mundur (Agustus),” bebernya.

Namun ditegaskan Nurdin, dengan permintaan kenaikan yang disepakati itu, maka PLN Batam harus meningkatkan pelayanan. Selain itu, diminta mulai kemarin malam, tidak ada lagi pemadaman listrik di Batam. ”Jangan ada mati dan pelayanan dimaksimalkan. Malam ini kita minta tidak ada lagi pemadaman,” imbuh Nurdin.

Terkait penolakan sebagian masyarakat Batam, Nurdin mengaku sudah disepakati untuk disosialisasikan bersama. Wali Kota Batam dan Kapolda Kepri akan membantu mensosialisasikan keputusan itu. ”Semua membantu mensosialisasikan, mulai Wali Kota, Kapolda dan lainnya,” jelas Nurdin.

Sementara Dirut Bright PLN Batam, Dadang mengatakan, semua Muspida sudah sepakat soal kenaikan listrik Batam tersebut. ”Sebenarnya pemadaman itu sangat berat buat saya. Tapi itu harus saya lakukan untuk menjaga kelangsungan perusahaan. Supaya bisa bertahan dan melistriki. Jangan sampai daya habis, mati se-Batam, itu tidak bagus,” jelasnya.

”Dengan disetujui kenaikan ini, maka saya pastikan mulai malam ini tidak ada pemadaman. Sesuai janji Pak Gubernur, September naik dan ditagih Oktober dan tagihan Desember ditagih Januari ada kenaikan (masing-masing) 15 persen,” tambahnya.

Ia mengatakan, walaupun naik 45 persen sudah tercapai, masih tetap di bawah tarif nasional. ”Kita tidak ingin menyamai tarif nasional. Yang penting listrik bisa bertahan dan kita bisa memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat,” kata Dadang.

Diakui Dadang, sebenarnya mereka hanya menjalankan Pergub yang lama. Sementara untuk kondisi keuangan PLN, kata Dadang, saat ini selama kenaikan tarif yang direncanakan tahap dua tidak jadi, PLN merugi Rp 30 miliar. Dengan kenaikan yang disetujui FKPD, pihaknya bisa lebih sehat.

”Sampai Agustus 2017, kita minus Rp 30 miliar. Kemarin sudah sempat naik 30 persen, tapi kemudian didemo, jadi stop. Dengan 15 persen kedua, tidak ada margin sama sekali (impas),” katanya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here