Lahan Janda Berhias Disewa Rp1 Triliun

0
651
Alat berat: BLH Pemko Batam saat menyegel alat berat di aktivitas reklamasi di Pulau Janda Berias Batam, beberapa waktu lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

Batam – Tudingan adanya mafia dan calo lahan di Janda Berias, Batam mengundang reaksi dari Sentralindo-Sinomart selaku yang mendapatkan alokasi lahan di pulau tersebut.

Perusahaan Sinomart sebagai anak perusahaan Sinopec dan PT Batam Sentralindo mengaku sama-sama komit menjaga investasi.

PT Sinomart juga sampai sekarang menegaskan, sebagai pemilik saham mayoritas, 95 persen atas PT West Point Terminal (WTP), namun untuk pembangunan depo minyak Pulau Janda Berias, keduanya belum mendapat kata sepakat.

Menurut kuasa hukum PT Batam Sentralindo (BS), Julius Singara, PT WTP menyewa 72 hektare lahan dari 130 hektare di Janda Berias.

WTP sendiri merupakan joint venture antara Sinomart dengan PT Mas Capital Trust (MCT). Perusahaan patungan ini sepakat membangun depo minyak, di kawasan industri di Pulau Janda Berias, Batam.

”Tapi pembangunan dilarang PT MCT, karena ada masalah belum sepakat,” ceritanya.

Dari paparan yang disampaikan Julius, mitranya membangun kerja sama dengan Sinopec dan disepakati pada tahun 2012, Sinopec menyewa lahan melalui PT MCT ke Batam Sentralindo.

PL untuk Pulau Janda Berias dan gugusanya baru diperoleh pada tahun 2013 dan izin kawasan tahun 2016.

”Perjanjian kerja sama bisnis dibuat 2012 dan izin lahan diperoleh tahun 2013. Itu tidak masalah. Itu proses bisnis,” kata Rabu (1/3) yang membantah kalau disebut PT Sentralindo sebagai calo lahan.

Ditegaskannya, pihaknya tidak menghalangi investasi. Terlebih pihaknya hanya memiliki saham 5 persen pada PT WPT. Julius menegaskan, di atas lahan 75 hektare, akan dibangun penyimpanan minyak, bukan kilang minyak.

”Tapi penting, aturan main bisnis berjalan. Salah satunya, penunjukan kontraktor dalam membangun tanki tersebut, tanpa melibatkan kami,” bebernya.

Terkait dengan sewa lahan yang mencapai Rp1 triliun, Julius menilai hal wajar. Alasannya, kliennya membangun dengan terlebih dalam melakukan reklamasi, laut yang cukup dalam.

”Reklamasi kawasan ini tidak mudah dan berisiko, karena lautnya cukup dalam,” katanya.

Ditegaskan lagi, kliennya tidak pernah menghalangi rencana investasi Sinomart di West Point Maritime Industrial Park, Janda Berias.

Sejak 2013 investor lokal justru mendorong PT West Point Terminal untuk segera merealisasikan tender international terhadap proyek pembangunan depo minyak yang telah direncanakan.

”Namun, hal itu tidak pernah dilaksanakan meskipun tender dokumen sudah disiapkan dan semua perizinan terkait proyek tersebut sudah diperoleh dari pemerintah,” cetusnya.

Sementara kuasa hukum MCT, Defrizal Djamaris mengatakan, pihaknya sedang mengajukan gugatan kepada Sinomart di badan arbitrase international ICC (International Court of Arbitration).

Langkah ini ditempuh untuk mendapatkan kepastian hukum atas banyaknya pelanggaran perjanjian yang dilakukan Sinomart.(Martua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here