Lahan Jembatan Babin Segera Diinventarisasi

0
677
Naharuddin MTP

TANJUNGPINANG – Menindaklanjuti rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin), Pemprov Kepri akan melakukan inventarisasi lahan yang kena dampak pembangunan itu.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Pemprov Kepri, Naharuddin mengatakan, pihaknya akan segera membentuk Tim Pembebasan Lahan Pembangunan Jembatan Babin.

Tim ini akan melibatkan beberapa instansi pemerintahan daerah seperti Pemko Batam, Pemkab Lingga termasuk Pemprov Kepri sendiri. Tim inilah nanti yang turun ke lapangan mendata siapa saja masyarakat yang tinggal di lokasi yang kena dampak pembangunan jembatan itu.

Naharuddin mengatakan, inventarisasi akan dilakukan baik itu di Tanjungsauh Batam, Pulau Buau Batam dan Bintan. Di Pulau Buau, diduga belum berpenghuni. Meski demikian, tim tetap akan turun ke sana nanti untuk melihat lokasi itu.

Baca Juga :  Kursi Wagub DKI Kosong, Ini Aturan dan Mekanisme Pengisiannya

Dijelaskannya, pemerintah daerah membantu memperlancar pembangunan mega proyek tersebut. Biaya untuk pembebasan lahan nanti, kemungkinan besar akan dilakukan si kontraktor swasta atau investor yang membangun jembatan itu.

”Kita sifatnya membantu agar pembangunan itu makin lancar. Tim kita bentuk, tapi anggaran pembebasan lahan bukan dari pemerintah daerah. Dari investornya atau swasta yang membangun,” ujar Naharuddin via ponselnya kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (25/3) kemarin.

Saat ini, kata Pak N, panggilan akrab Naharuddin, investor yang ingin membangun Jembatan Babin masih menunggu penetapan Kepres atau Perpres. ”Kalau Kepres atau Perpres sudah turun dan investor datang, kita langsung ke lapangan,” tambahnya.

Baca Juga :  Jelang Diresmikan, Flyover Dikebut

Saat turun ke lapangan nanti, tim akan bertemu langsung dengan masyarakat. Soal ganti rugi lahan, tim akan melakukan pendekatan dan musyawarah sehingga tidak terlalu memberatkan soal biaya pembebasan lahan itu.

Di Tanjunguban, berita tentang pembangunan Jembatan Babin sudah ramai dibahas. Demikian juga dengan di media sosial yang kerap membahas Jembatan Babin dengan pandangan mereka masing-masing.

Banyak warga Kepri yang mendukung pembangunan Jembatan Babin ini dikarenakan memudahkan akses untuk masyarakat mengeliling tiga daerah yakni Batam, Bintan dan Tanjungpinang.

Namun, ada juga yang menilai rencana pembangunan Jembatan Babin ini tak cocok dengan semangat kemaritiman. Yang lain menilai, Jembatan Babin akan membuka akses yang sangat luas dan biayanya murah.

Baca Juga :  BP Segera Transformasi FTZ ke KEK

Investor Cina merupakan yang paling serius ingin membangun jembatan ini. Biayanya sekitar Rp 7,2 triliun dan bisa rampung dikerjakan 3-4 tahun. Jembatan ini panjangnya 7 kilometer yang akan dibangun dengan tiga trase yakni, trase I Batam-Tanjung Sauh 2,124 Km, Trase II Tanjung Sauh-Pulau Buau 4,056 Km, Trase III Pulau Buau-Bintan, 855,3 meter. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here