Lahan Waduk Kawal Segera Rampung

0
892
DISKUSI: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun didampingi Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah diskusi dengan sejumlah Kepala OPD Pemprov Kepri terkait pembangunan di Dompak, belum lama ini. f-istimewa/humas pemprov kepri

Gubernur Minta OPD Cepat Bekerja

Gubernur Provinsi Kepri H Nurdin Basirun meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri untuk cepat mengurus perizinan lahan pembangunan Waduk Kawal.

TANJUNGPINANG – NURDIN mengatakan, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Waduk Kawal tersebut termasuk dalam kawasan hutan lindung. Sehingga perlu ada izin dari Kemenhut LH untuk pemanfaatannya. ”Awalnya lahan itu milik PT Tirta Madu, namun setelah habis produksi lahan itu masuk dalam kawasan hutan lindung. Itu yang akan dibebaskan,” ujarnya.

Luas lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan waduk tersebut seluas 16 hektare. 13 hektare untuk pembangunan tanggul bendungan, 3 hektare untuk daerah resapan. Setakat ini, lanjutnya, proses pembebasan lahan itu masih diproses di Kemenhut LH. ”Sudah tiga bulan yang lalu kita ajukan. Mungkin dalam waktu dekat akan keluar,” sebutnya.

Baca Juga :  Pemprov Kejar Target SGD

Nurdin juga menyebutkan, jika pada nantinya Kemenhut LH tidak dapat membebaskan seluruh lahan yang diminta tersebut pada tahun ini, Pemprov Kepri berharap Kemenhut LH dapat membebaskan seluas 5 hektare. ”Lima hektare itu untuk pembangunan tahap awalnya,” tuturnya.

Untuk pembangunan waduk itu sendiri nantinya akan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS ) VI. Jika pada tahun ini seluruh permalahan lahan selesai maka pembangunan akan dimulai pada 2017 ini. ”Tapi kalau masih dalam proses akan dilakukan tahun depan,” tuturnya.

Sedangkan untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jika nantinya waduk itu selesai dibangun, akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja Penyediaan Air Minum (Satker PAS) Provinsi Kepri. Masih terkait waduk, Kepala PUPR Bintan, Juni Rianto menyampaikan saat ini Pemkab Bintan tengah mendorong percepatan penyelesaian waduk Hulu Bintan. Menurut dia, waduk itu disokong dengan menggunakan anggaran Sakter Air Baku Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS). ”Sudah mulai dikerjakan, lokasi persisnya di kawasan pusat kantor Bupati Bintan,” ujar Juni.

Baca Juga :  Kurang Pupuk, Petani Natuna Mengadu ke Haripinto

Menurut Juni, pihaknya saat ini, sudah melakukan pembebasan 27 hektare lahan oleh Pemkab Bintan. Ternyata masih ada yang mengaku memiliki tanah di lokasi tersebut sekitar 8 hektare.

Berikutnya, akan dibantu di tahun depan, sementara tahun ini lantaran keterbatasan anggaran tidak bisa dipaksakan. ”Saat ini masih tahap pengerjaan untuk 5 hektare lahan digarap BWSS, khusus waduknya. Dan ini tidak terkena tanah masyarakat itu. Sisanya 22 hektare tahun berikutnya di tahun depan, pembangunannya khusus catchment area-nya saja,” sebut Juni ”Nanti waduk khusus air baku itu di gunakan untuk sekitaran masyarakat sekitar Bintan Buyu. Jika tak salah 165 per detik, khusus melayani wilayah Bintan tidak sampai Tanjungpinang,” bebernya demikian.

Baca Juga :  Listrik Nyala 24 Jam di Palmatak

Harapan masyarakat Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk keluar dari krisis air pun seakan harus tertunda. Itu setelah rencana pembangunan Waduk Kawal yang digadang-gadang bakal dibangun tahun ini batal dilakukan lantaran terkendala pembebasan lahan. Pembangunan waduk berkapasitas 400-500 liter/detik itu terganjal persoalan lahan hutan lindung, kini masih dalam tahap pembebasan di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Kemenhut LH).(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here