Lahan Waduk Tembesi Sudah Banyak Gundul

0
110
KEPALA BP Batam Lukita menanam pohon kemarin. f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai melakukan program penghijauan di sekitar Dam Tembesi, dengan penanaman 10 ribu bibit pohon gaharu. Penghijauan itu dilakukan karena kondisi lahan yang mengelilingi dam banyak yang sudah gundul. Bibit pohon sendiri diakui didatangkan dari luar Batam.

Penanaman pohon itu mulai dilakukan dengan diawali penanaman pohon oleh Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinasyah Tuwo, Rabu (28/12) di samping Kantor BP Batam, Batam Centre. Selanjutnya, penanaman pohon akan dilakukan ke lokasi di sekitar Dam Tembesi.

”Ini wujud harapan masyarakat Batam untuk menjadikan Batam yang hijau. Untuk Tembesi, ini penting karena waktu dekat akan dimanfaatkan,” kata Lukita.

Diakuinya, kondisi di sekitar Dam Tembesi sudah sangat mengkhawatirkan. Kekhawatiran muncul, karena ada kegiatan yang dinilai bisa merusak ekosistem lingkungan di sana. Banyak daerah serapan air yang gundul. ”Makanya kita melakukan penanaman pohon gaharu,” bebernya.

Diimbau agar masyarakat dan pihak lain, baik instansi dan pengusaha, agar berpartisipasi dalam memelihara dan merawat daerah tangkapan Dam Tembesi. Sehingga ketersediaan air dengan cara menanam pohon yang mampu meresap bisa terjaga.

”Kita harapkan Batam hijau dan bersama kita jaga waduk Tembesi,” imbaunya.

Sebelumnya, Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Budi Santoso, mengharapkan, dengan penanaman 10 ribu pohon gaharu itu, akan menjadikan Batam semakin hijau. Penghijauan dilakukan secara bertahap. Namun di awal, penanaman pohon gaharu dilakukan sebanyak 200 bibit, dalam rangka hari menanam pohon.

”Tapi secara simbolis, akan dilakukan penanaman pohon di samping Gedung BP Batam dulu,” ungkap Budi.

Soal luas lahan yang akan dihijaukan, diakui sekitar 20 ribu hektare. Setiap hektare, dibutuhkan sekitar 150 bibit pohon. ”Jarak per pohon sekitar 4 meter. Jadi tiap hektar sekitar itu kebutuhan bibit untuk ditanam,” katanya.

Diakuinya, pihaknya sekarang sedang meningkatkan kegiatan penghijauan, untuk mengantisipasi kebutuhan air di Batam. ”Batam memiliki air dari tangkapan hujan. Untuk bisa menangkap air hujan lebih banyak, kita butuh daerah tangkapan air yang hijau,” sebutnya.

Ditanya pilihannya di Tembesi, diakui karena sudah banyak kegiatan penghijauan di Dam Duriang. Sementara di Tembesi sebagai Dam terbesar kedua, banyak lahan yang gundul.

”Kalau di Duriangkang, sudah banyak program-program mitra. Termasuk dari perusahaan. Tembesi kita persiapkan dengan waduk terbesar kedua setelah Duriangkang,” imbuhnya mengakhiri. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here