Lahir Prematur, Ari-ari Masih Menempel

0
925
MAYAT BAYI: Petugas Unit Identifikasi Polres Tanjungpinang mengangkat mayat bayi dari Tepilaut, kemarin.f-raymon/tanjungpinang pos

Orok Bayi Ditemukan Tewas di Tepilaut   

Sesosok orok bayi ditemukan tewas di pinggir laut di Jalan Agus Salim Tepilaut Tanjungpinang. Diduga bayi ini adalah hasil hubungan gelap.

TANJUNGPINANG – SEKITAR pukul 10.45, Jumat (2/6) kemarin, kawasan Tepilaut depan SMAN 5 Tanjungpinang mendadak dipadati warga untuk melihat sosok bayi laki-laki yang ditemukan tewas di atas batu di pinggir laut.

Warga penasaran melihat bayi merah yang ditemukan terselip di bebatuan geranit tersebut. Warga tidak mau bergerak dari tempatnya hingga bayi malang itu diangkat petugas dari Unit Identifikasi Polres Tanjungpinang. Turun juga saat itu petugas dari Polsek Tanjungpinang Barat yang dipimpin langsung Kapolsek Tanjungpinang Barat AKP Yuhendrij Januar.

Beredar informasi di lapangan, bayi tersebut hasil hubungan gelap. Takut aibnya terkuak, akhirnya bayi itu dibuang setelah lahir. Perkiraan petugas, bayi itu diduga sekitar subuh. Sehingga, kemungkinan besar bayi itu lahir malam itu juga.

Baca Juga :  77.068 KTP Invalid Dibakar

Dokter Regina Frista Sari juga turun ke lapangan dan melihat kondisi bayi tersebut. Ia menduga, bayi itu lahir prematur dengan usia 7 bulan. Namun, belum dipastikan apakah bayi ini meninggal setelah dilahirkan atau meninggal karena dibuang ke atas batu-batu tersebut.

Saat ditemukan, kondisi bayi itu tidak mengenakan pakaian. Bayi tak berdosa ini menahan dinginnya angin laut. Bahkan, ari-arinya juga masih menempel di perutnya. Di TKP, kapolsek mengatakan, jenazah bayi tersebut pertama kali ditemukan warga yang sedang melintas di Jalan Agus Salim.

Melihat ada bayi, laporan langsung masuk ke polisi. ”Banyak warga yang nelpon saya tadi. Ada bayi ditemukan di tepilaut,” ujar kapolsek kepada wartawan di lokasi.

Baca Juga :  Bikin Turis Betah di Lokasi Kebun

Saat ditemukan, bayi ini dalam keadaan tanpa menggunakan busana dengan posisi terhimpit dibebatuan granit. Merasa iba dengan bayi itu, warga sekitar menutup jenazah dengan kain kaos dalam sembari menunggu pihak kepolisian datang.

Asril Mulyadi, warga setempat menuturkan, saat ditemukan, tidak ada sehelai kain pun yang menutupi tubuh bayi malang tersebut. Bayi itu seperti baru dilahirkan karena masih ada ari-arinya yang menempel di pusarnya.

”Saya datang sudah ramai orang di sini melihat jenazah bayi. Masih ada tali pusarnya. Berarti baru lahir,” katanya menduga.

Dokter Regina Frista Sari yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, awalnya dirinya diberitahu oleh bidan yang sedang melintas dan langsung melaporkannya ke pihak kelurahan dan pihak kepolisian.

”Melihat dari bentuknya dari kasat mata saya, bayi ini berumur sekitar 30 hingga 32 minggu (di kandungan). Kira-kira berat 800 hingga 900 gram,” ungkapnya memprediksi.

Baca Juga :  Polres Sosialisasi Berantas Pungli di Kundur

Yuhendrij Januar menambahkan, mayat bayi laki-laki ini ditemukan warga di tepi pantai dengan kondisi air laut sedang surut. ”Dari subuh juga air sudah surut. Saat ditemukan, posisi bayi dalam keadaan telungkup,” jelasnya.

Jika dilihat dari warna kulit bayi yang masih merah dan belum berubah, kemungkinan dibuang saat subuh dan kondisi air laut sedang surut.

Sebab, jika tubuh bayi sudah kena siram air, warnanya pasti berubah. ”Jam-jam sahur diperkirakan bayi tersebut dibuang di sini, saat ini jenazah dibawa ke RSUD Tanjungpinang untuk dilakukan visum,” ujarnya.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here