LAM Diminta Pilih Jenis Tanjak

0
1437
MAIN MUSIK: Pemain musik dari Samudera ENSAMBLE, memakai Tanjak jenis Dendam Tak Sudah. f-Ist/Jantungmelayu.com

ASN Pemko Bakal Punya Tanjak Ciri Khas

Polemik kewajiban memakai Tanjak Melayu di setiap hari Jumat seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang ditanggapi dingin Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah.

Tanjungpinang – DARI 60 jenis tanjak, Lis melempar bola ke Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang. Agar LAM bisa menentukan jenis tanjak apa saja yang harus dipakai, untuk ASN, untuk kepala daerah, untuk pejabat eselon II, III dan IV.

Lis mengaku sejauh ini Pemko melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sudah melakukan pendataan terhadap ragam tanjak.

Baca Juga :  Satpol PP Masih Temukan ASN Ngopi

”Kalau saya tidak salah, sudah ada 60 jenis tanjak yang berhasil diklasifikasikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, klasifikasi itu mencangkup tanjak Riau dan Kepulauan Riau,” terangnya, Jumat (24/3).

Menurutnya, sejauh ini Pemko sudah melakukan inisiatif dengan mengesahkan surat edaran nomor 207 tahun 2017 tentang penerapan pakaian dinas baju kurung Melayu dengan mengenakan tanjak.

Selain itu Lis juga mengaku siap berbenah jika ada masukan untuk perubahan yang lebih baik.

”Saya selaku wali kota hanya ingin membudayakan kembali pemakaian tanjak. Tentang jenis dan peruntukannya harusnya Lembaga Adat berikan masukan. Jangan diam saja. Sebab menurut hemat saya, beliau-beliau di sana (LAM, red) yang jauh lebih paham soal tanjak,” beber Lis menggelindingkan bola panas.

Baca Juga :  DJ Agnes Meriahkan Tahun Baru di Hotel Laguna

Sayangnya, Tanjungpinang Pos belum mendapatkan tanggapan dari ketua LAM Kota Tanjungpinang Drs, Wan Rumadi. Namun demikian, Ketua Lembaga Adat Kepulauan Riau, Datuk Seri Setia Amanah, H Abdul Razak berpendapat bahwa tanjak yang selama ini pantas dipopulerkan adalah jenis Dendam Tak Sudah.

”Kalau kami (LAM Kepri, red) tanjak yang dipakai jenisnya Dendam Tak Sudah.
Sebab merujuk kepada Kesultanan Melaka. Kalau LAM Tanjungpinang punya rujukan jenis tanjak yang lain itu sah-sah saja, yang penting alur sejarahnya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” jawab mantan anggota DPRD Kabupaten Kepri era tahun 1971-1997. Ia mendukung Wako untuk memakai tanjak di acara resmi pemerintahan di Tanjungpinang, untuk mendatang.(Yoan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here