LAM Tolak Pemekaran Kepri

0
632
DEKLARASI: Ketua LAM Kepri Abdul Rajak bersama pengurus LAM se-Kepri saat membacakan deklarasi penolakan pembentukan Provinsi Khusus Barelang di Hotel Laguna Tanjungpinang, Minggu (8/10) . f-suhardi/tanjungpinang pos

Pengurus wilayah provinsi dan kabupaten/kota Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri menggelar deklarasi menolak wacana pemekaran Provinsi Kepri dengan membentuk Provinsi Khusus Barelang Kota Batam, Minggu (8/10) di Hotel Laguna Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Musyawarah yang dipimpin langsung Ketua LAM Provinsi Kepri Kepri, Dato Sri Setia Amanah Abdul Razak tersebut turut dihadiri seluruh perwakilan ketua LAM kabupaten/kota se-Kepri yang juga silih berganti menyampaikan pendapat mereka terhadap penolakan pemekaran Provinsi Kepri.

Pernyataan sikap penolakan diawali dari Ketua Lembaga Adat Melayu Kota Tanjungpinang Raja Alhafidz yang dengan tegas menolak rencana pembentukan Provinsi Khusus Barelang di Kota Batam.

Sambil mengucap kata Allahu Akbar, dirinya meminta Provinsi Kepri agar tidak terpecah-pecah. Bukannya pemekaran, harusnya menyatu semakin bersatu demi mewujudkan pembangunan Kepri yang bermartabat.

”Kami sangat mendukung LAM Kepri untuk memperjuangkan ini. Jangan takut, karena kami bersama ada di belakang untuk menolak pembentukan Provinsi Khusus Barelang. Allahu Akbar. Provinsi Kepri ini harusnya jadi provinsi istimewa. Jangan sampai kita dikoyak-koyak, dipecah-belah dengan orang lain. Sekali Melayu telah terusik, pantang mundur selangkah,” tegas Al Hafidz.

Di kesempatan yang sama, Ketua LAM Kabupaten Natuna Ismail menyampaikan, bahwa timbulnya wacana pembentukan Provinsi Khusus Barelang ini lantaran ada permainan di internal mereka.

Ia mengumpamakan wacana pembentukan provinsi khusus ibarat seperti sekelompok orang yang sedang melakukan panjat batang pinang yang biasanya dilakukan saat perayaan hari jadi.

Orang yang panjat pinang, kata dia, biasanya sebelum sampai ke tujuan saling bahu membahu, injak menginjak. Tetapi setelah sampai di atas, orang yang sudah berhasil, kadang lupa diri dengan orang yang ikut membantunya bisa sampai ke atas.

”Nah, perumpamaan ini mungkin bisa disimpulkan sendiri-sendiri. Ini terjadi di sekeliling kita. Dan ini sama halnya dengan timbulnya wacana provinsi khusus ini. Tentunya, kami LAM Natuna sepakat tidak terima dan menolak dengan wacana pembentukan Provinsi Khusus Barelang itu,” tegas Ismail.

Tidak hanya perwakilan dari Natuna, turut juga memberikan pandangan penolakan keras dari pengurus LAM Kabupaten Anambas, Usman. Ia mengatakan, pendapatnya sama dengan pengurus LAM Natuna yang juga menolak pembentukan Provinsi Khusus Barelang.

”Kenape berkeinginan ingin buat Provinsi Khusus Batam? Tentu pasti ade masalah. Yang perlu jadi masukan itu, kita bangun sama-sama provinsi ini supaya jadi besar. Misalnya mengangkat perwakilan pejabat masing-masing dari seluruh daerah. Jangan sepihak, kami sudah sebelas tahun berdiri, satu orang pun tak ade pejabat kami dari Anambas yang duduk di provinsi,” tegasnya.

Perwakilan dari LAM Kabupaten Karimun, Endi Maulidi, juga menyampaikan pernyataannya. Secara tegas Endi menyampaikan mewakili masyarakat dan jajaran pemerintahan di Kabupaten Karimun, menolak wacana pembentukan Provinsi Khusus Barelang. Dan mendukung LAM Kepri atas usulan dibentuknya Provinsi Khusus Kepri.

Usai Endi Maulidi, perwakilan LAM Kabupaten Lingga yang menyampaikan pernyataan. Sekelompok pengurus LAM dari Lingga juga sepakat tidak mendukung pembentukan Provinsi Khusus Barelang. ”Kami masyarakat Lingga menolak keras,” tegas salah satu perwakilan LAM Lingga.

Perwakilan dari LAM Bintan, Mustafa Abbas, selain menyampaikan penegasan bahwa Bintan sangat menolak wacana pembentukan Provinsi Khusus Barelang, dirinya meminta Gubernur dan pemerintah provinsi supaya memperhatikan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepri saat ini.

”Jujur saja, kami sangat miris melihat pemberlakuan pak gubernur saat ini. Kita ini sepertinya diasingkan dengan gubernur sendiri. Pak gubernur, misalnya kalau duduk-duduk ngopi santai-santai di Bintan, tak satu pun masyarakat setempat dilibatkan. Justru pejabat-pejabat eselon duanya. Nah, sekarang timbul wacana pembentukan Provinsi Khusus Barelang. Kami masyarakat Bintan sangat menolak itu,” tegasnya sambil menyerukan Kepri Satu.

Dukungan lainnya datang dari Ketua Hulu Balang Bintan, Encik Nurmansyah yang menyatakan sikap bahwa bangsa Nelayu jangan pernah diusik oleh bangsa lain. Apalagi sampai mewacanakan pembentukan Provinsi Khusus dan memisahkan diri dari Provinsi Kepri.

”Demi Allah, kami tidak setuju,” serunya begitu pun dengan perwakilan Gagak Hitam yang juga secara lugas dan keras menolak tokoh-tokoh masyarakat Kepri yang bersekongkol ingin membentuk Provinsi Khusus di Kota Batam.

”Kami adalah orang yang pertama menolak,” tegas perwakilan dari Gagak Hitam. Ketua LAM Batam, Raja Amin juga turut hadir mewakili masyarakat dan tokoh LAM Kota Batam. Dalam pidatonya Amin menuturkan tidak boleh ada provinsi lain selain Provinsi Kepri.

Dirinya juga tak hanya menolak secara tegas wacana pembentukan Provinsi Khusus Berelang, melainkan juga meminta LAM Kepri menyampaikan kepada Gubernur supaya menyelamatkan Kampung Tua serta meminta gubernur membubarkan Badan Pengusahaan (BP) Batam. ”Kami menolak dan tidak boleh ada provinsi lain di Kepri,” tegas Amin demikian.

Tak lupa terakhir Ketua Saudagar Serumpun Melayu Kepri Dato Rida K Liamsi juga menyampaikan pernyataan sikapnya di depan seluruh peserta Rakyat Kepri waktu itu.

Rida mengajak kepada seluruhnya yang hadir supaya mengupas balik sejarah perjuangan masa lampau Riau Lingga. ”Mari kita renungkan jejak sejarahnya. Kalau sudah tahu betapa sulitnya kita dulu pertama kali memperjuangkan sejarah pembentukan Provinsi Kepri ini,” jelas Rida.

Acara yang bertemakan Menjaga keutuhan Provinsi Kepri tersebut berakhir dengan sama-sama mendengarkan Ketua LAM Kepri membacakan deklarasi yang kemudian akan mereka sampaikan ke Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Sebelumnya sejumlah tokoh besar di Batam telah menyatukan persepsi untuk menggagas pembentukan Provinsi Khusus Barelang. Kemudian, dideklarasikan lah Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Khusus Barelang (BP3KB) di Lantai 3 Harmoni One Hotel, Minggu (11/6/2017) malam lalu.

Deklarasi dilakukan bersamaan dengan acara buka bersama dengan pengurus badan tersebut. Oleh BP3KB, tujuan terbentuknya lembaga itu guna mencari solusi alternatif pengembangan Batam, khususnya dari sisi ekonomi. Dalam momen itu, disebutkan juga, keberadaan lembaga ini bukan mendorong terjadinya perpecahan di Kepri.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here