Lama Menanti, Listrik Tambelan Segera 24 Jam

0
373
KANTOR PLN di Tambelan masih sederhana. f-istimewa

listrik PLN masuk, Terangi Ratusan Desa di Kepri

Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) akan merealisasikan listrik 24 jam di Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Penantian lama warga sejak Indonesia merdeka agar listrik nyala 24 jam kini menjadi kenyataan.

PATRIA, Tambelan-Kabupaten Bintan

Abdullah Sani, (42), warga Desa Kukup, Kecamatan Tambelan harus menunggu listrik nyala pada pukul 17.00 untuk memulai kerjanya sebagai tukang guna merapikan papan di rumahnya.

Maklum, listrik di Tambelan sejak Indonesia merdeka 1945 sampai dengan awal Oktober 2019 masih nyala 12 jam. Hidup pada pukul 17.00 sore dan mati lagi pada pukul 06.30 pagi.

Hal itu mulai diberlakukan sejak Tambelan dialiri listrik PLN sejak tahun 1990 an. Sebelum listrik dari PLN masuk ke Tambelan, listrik di sana dikelola oleh tiap tiap desa.

Listrik desa lebih parah lagi. Hidup pukul 18.00 dan mati pukul 22.00. Selebihnya warga menggunakan petromak untuk melanjutkan penerangan sampai siang. Ada juga yang menggunakan pelita.

”Jika pelita diletakkan di dekat kasur, kalau bangun pagi, hidung akan hitam,” kata Hidaat, warga Kelurahan Teluk Tambelan yang tinggal di Tambelan lebih dari 50 tahun.

Ia guru di kecamatan terjauh di Kabupaten Bintan tersebut. Mengabdi jadi ASN di Tambelan sejak tahun 1979. Ia tahu mengenai perkembangan listrik di Tambelan.

Ketika belum ada PLN, Hidaat Yahya menggunakan mesin genset sendiri untuk menerangi rumahnya.

Kecamatan Tambelan terletak di Laut Natuna Utara. Dekat dengan Kalimantan Barat sekitar 90 mil. Dan 210 mil dari ibukota Kabupaten Bintan di Pulau Bintan.

Penduduk di kecamatan ini berjumlah lebih kurang 1.700 KK sekitar 5.600 warga. Tambelan memiliki satu kelurahan Teluk Sekuni, Desa Batu Lepok, Desa Melayu, Desa Hilir, Desa Kukup.

Sedangkan 6 jam perjalanan laut dari Tambelan ada lagi Desa Pulau Pinang, Desa Mentebung, Desa Pengikik.

Tiga desa ini listrik masih hidup pukul 17.00 sampai pukul 22.00. Setelah itu warga tidur dengan menggunakan pelita. Ada juga menggunakan lampu dengan bantuan Aki.

”Malam warga tidak ada aktivitas. Mereka banyak memilih istirahat,” ujar Devi Pratiwi, seorang bidan desa yang ditugaskan Puskemas Tambelan untuk membantu mengobati warga di Desa Pulau Pinang.

Rata-rata di Pulau Pinang maupun Desa Mentebung listrik warga masih hidup terbatas sampai pukul 22.00. profesi warga nelayan.

Daron Alexander, Kepala Desa Melayu menyambut baik rencana PLN 24 jam. Menurutnya dengan adanya listrik 24 jam sangat membantu warga di Tambelan terkhusus warga Desa Melayu. Lebih dari 27 KK yang memiliki usaha perdagangan maupun bengkel, dan bisnis lainnya di Desa Melayu.

”Warga saya yang memiliki bisnis akan lebih produktif untuk berdagang. Selama ini mereka menggunakan genset untuk mengelas, maupun membuat es batu,” ujar Daron.

Kepala Desa Batu Lepok Bulhaji menyambut positif PLN nyala 24 jam. Tentu hal ini menjadi kabar baik bagi warga di Desa Batulepok.

”Aparat desa tak perlu lagi hidupkan genset pada siang hari. Selama ini kami hidupkan genset kalau untuk menyelesaikan tugas kantor. Kamudian usaha UMKM warga seperti membuat kerupok ikan dan usaha lainnya jadi mudah jika listrik sudah 24 jam,” kata Bulhaji.

Kabar gembira itu kian dekat ketika kepala PLN cabang Tambelan Sunarto mengumumkan kepada seluruh pelanggan PLN Tambelan akan melakukan uji coba tiga hari pada Jumat (11/10) hingga Minggu (13/10/2019). Sebelum dinyalakan 24 jam selamanya.

Sunarto dalam surat tersebut menyataka, uji coba untuk mengetes kemampuan mesin PLN yang tersedia saat ini sambil menunggu mesin baru datang dari Tanjungpinang.

Dengan adanya mesin cadangan, daya di Tambelan akan handal. Karena beban puncak di Tambelan mencapai 365 MW. Sementara daya saat ini dengan mesin yang ada mencamapi 410 MW. Jika ditambah mesin baru, maka sudah lebih dari cukup.

”Kita pun minta warga Tambelan agar membantu PLN untuk memotong pohon yang ada di rumah mereka masing masing agar tidak mengenai kabel. Pada prinsipnya sudah oke,” ujar Sunarno.

Gencar Terangi Daerah 3T

Telepon Ketua Ikatan Ketikan Keluarga Tambelan (IKT) Tanjungpinang Djumadi Yahya berdering kencang. Terlihat nama yang memanggil Wan Syamsi, salah satu tokoh Tambelan di Tanjungpinang.

Syamsi mengajak Djumadi sebagai ketua IKT dan Efendi tokoh Tambelan untuk menemui manager PLN Tanjungpinang Fauzan.

Pertemuan itu difasilitasi Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma. Karena Rahma dan Fauzan kenal baik ketika Rahma membantu saudara kembarnya yang menjadi anggota DPRD Kabupaten Karimun memasukan listrik 24 jam di Pulau Alai, di Kabupaten Karimun.

Berdasarkan pengalaman itu, Rahma mencoba memfasilitasi pertemuan tokoh Tambelan dengan Fauzan. Akhirnya pertemuan itupun terjadi di 24 Juni 2019, sebelum Fauzan pindah ke Bandung. Ia ingin membantu warga Tambelan.

Karena warga Tambelan yang merantau ke Tanjungpinang juga banyak. Kontribusi warga Tambelan untuk mengisi pembangunan di Tanjungpinang sudah banyak.

Kalau pun dia membantu warga Tambelan secara pribadi karena untuk mempertemukan dengan manager PLN Tanjungpinang yang membawahi PLN ranting Tambelan, bukanlah hal yang salah.

Tokoh Tambelan pun bertemu dengan Fauzan di ruangannya. Dari keterangan Fauzan, Kecamatan Tambelan layak untuk dinyalakan 24 jam karena pemakaian sudah melebihi 200 Mega Watt.

Pegawai dan perlengkapan lainnya pun dalam proses disiapkan. Tinggal persetujuan PLN Riau Kepri saja, maka rumah warga Tambelan akan dialiri listrik pada siang hari.

Selama ini, PLN menghidupkan listrik siang pada hari Minggu saja. Sedangkan Senin sampai Sabtu pada siang hari tetap mati.

”Karena sudah memenuhi syarat, saya kirim surat ke PLN Riau Kepri untuk diberikan rekomendasi persetujuan agar listrik di Tambelan 24 jam. Ini kenang kenangan saya,” ujar Fauzan ketika dalam pertemuan dengan tokoh Tambelan di Kantor PLN Jl Bakar Batu.

Tak cukup sampai di situ, warga Tambelan juga di Kalimatan Barat meminta kepada Plt Gubernur Isdianto ketika melakukan kunjungan kerja ke Kalbar pada awal Agustus 2019.

Di depan Isdianto, Ketua Masyarakat Tambelan Kalimantan Barat Erwan Irawan meminta Isdianto menghubungi GM PLN Riau Kepri agar listrik di Tambelan dihidupkan 24 jam.

Permintaan tersebut disetujui Isdianto. ”Akan kita perjuangkan soal itu. Karena ini menyangkut kepentingan orang ramai dan untuk mendongkrak ekonomi warga Tambelan,” ujar Isdianto.

Bupati Bintan pun Apri Sujadi tak kalah usaha memperjuangkan aspirasi warganya agar listrik nyala 24 jam. Apri pun meminta khusus baik melalui surat resmi dari Pemkab Bintan ke PLN Tanjungpinang agar listrik di Tambelan dinyalakan 24 jam.

Menurut data dari PLN, realisasi program listrik pedesaan, hingga akhir Desember 2018, jumlah desa yang sudah teraliri listrik mencapai 79.041.

Made Suprateka, Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN (Persero) mengatakan selama 2015-2018, jumlah tambahan desa yang teraliri listrik mencapai 9.504 desa berlistrik. Tambelan termasuk program itu karena daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

”Dengan mengaliri desa dan juga menerangi daerah-daerah 3T, maka akan mendorong ekonomi setempat bertumbuh. Dengan bertumbuhnya ekonomi, akan berdampak pula meningkatnya kesejahteraan masyakat di daerah tersebut,” jelas Made kepada media massa belum lama ini.

Saat ini kondisi elektrifikasi nasional sudah mencapai 98,3%. Dengan upaya melistriki Indonesia berlangsung di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Nias dan seluruh Kepulauan Sumatera bagian Utara sampai ke Ternate, Sorong, dan Jayapura.

PLN sudah berhasil meningkatkan infrastruktur ketenagalistrikan hingga ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak terjangkau akses listrik yaitu daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Program ini khusus wilayah Riau Kepri, PLN menargetkan Juni 2020 seluruh daerah di Kepri teraliri listrik.

Saat ini Pemerintah Provinsi Kepri bersama PLN sedang gencar-gencarnya melaksanakan program listrik masuk desa, yang ditargetkan hingga Juni tahun 2020 mendatang seluruh desa di Kepri 100 persen sudah teraliri listrik.

General Manager (GM) PLN Wilayah Riau dan Kepri M. Irwansyah Putra di depan Plt. Gubernur Kepri Isdianto menyatakan, urusan listrik di Tambelan akan dibereskan. Isdianto pun gembira dengan pernyataan langsung petinggi PLN Riau Kepri itu.

”Intinya bukan hanya Tambelan, kita mau semua desa di Kepri teraliri listrik. Kalau bisa ya tentu di akhir tahun 2019 ini. Namun karena ini domainnya PLN, kita kembalikan persoalan ini kepada PLN. Dan ternyata PLN mengatakan beres semua di Juni 2020,” kata Isdianto.

Namun demikian, Isdianto mengaku senang karena pekerjaan rumah (PR) yang pernah ia berikan kepada PLN untuk mengaliri listrik menjadi 24 jam di Kecamatan Tambelan sudah terpenuhi.

Meskipun hingga 2019 ini belum semua desa di Kepri bisa teraliri listrik. Namun dipastikan sebanyak 27 desa sudah akan teraliri.

Bahkan jika sebelumnya Kabupaten Natuna sudah 100 persen desa di sana berlistrik. Maka hingga akhir 2019 nanti giliran Kota Batam dan Kabupaten Bintan yang teraliri listrik 100 persen.

Isdianto bersama istri hadir di Ranai guna meresmikan lisrik desa itu. Sisanya sekitar 29 desa lagi akan dilanjutkan hingga Juni 2020.

”Ini berita baik buat kita semua. Masalah air dan listrik ini harus kita bereskan. Dan alhamdulillah sudah membuahkan hasil,” kata Isdianto kepada wartawan.

GM PLN Riau dan Kepri Irwansyah Putra menanggapi perintaan Isdianto langsung mengatakan, saat ini daya listrik di Kepri sudah mencukupi.

Dan kalaupun masih terjadi pemadaman, hal itu bukan karena kekurangan daya, melainkan karena cuaca atau masalah-masalah teknis lainnya.

Irwansyah juga menegaskan bahwa hingga akhir 2019 PLN bisa saja menyelesaikan masalah instalasi listrik keseluruh desa yang menjadi sasaran kerja PLN se Kepri. Hanya saja dia yakin PLTD nya tidak akan selesai.

Irwansyah Putra menyebutkan sekarang ini masih ada 67 desa lagi di provinsi itu yang belum teraliri listrik, sementara 349 desa dan kabupaten lainnya sudah teraliri listrik selama 24 jam.

Ke-67 desa tersebut tersebar di tujuh kabupaten/kota se-Kepri, kecuali Kabupaten Natuna yang desa-nya sudah teraliri listrik 100 persen. Kemudian menyusul dalam waktu dekat, Kota Batam dan Kabupaten Bintan juga akan dialiri listrik 100 persen.

”Juni 2020 kita targetkan seluruh desa di Kepri sudah teraliri listrik,” ujar Irwansyah yakin, usai bertemu Plt Gubernur Kepri.

PLN, katanya, bisa saja menyelesaikan masalah instalasi listrik ke seluruh desa yang menjadi sasaran kerja PLN se Kepri, namun ada beberapa kendala yang menyebabkan program listrik desa itu tidak bisa rampung di tahun ini.

Saat ini dari total 275 desa di Kepri, tinggal 66 desa yang belum dijangkau listrik PLN. Sementara di Kepri PLN sudah sebagian besar menjangkau kawasan 3T.

PLN berusaha menerangi desa desa lainnya di seluruh kawasan kerja PLN Riau Kepri. Jika PLN berhasil menyelesaikan listrik di desa desa di Riau dengan medan daratan, kini perusahaan plat merah itu ditantang menuntaskan listrik masuk desa di seluruh Kepri. ”Kita siap untuk menyelesaikan hingga 2020,” ujar Irwansyah.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here