Lampu Dipadamkan Agar Tak Ketahuan

0
634
LAKSMA TNI S IRAWAN

Modus Penyelundup Memasok Barang Ilegal ke Kepri

Dekat dengan negara lain dan lautan yang luas membuat aktivitas penyelundupan tak pernah ada habisnya di Kepri. Berbagai modus dilakukan untuk mengelabui petugas. Tapi, tetap saja ada yang tertangkap.

Tanjungpinang – Kepri merupakan daerah yang strategis dan berbatasan langsung dengan Malaysia, Singapura dan Vietnam. Ini juga yang membuat para penyelundup barang tergiur melakukan bisnis ilegal ini.

Dengan memanfaatkan cuaca yang kurang baik untuk berlayar, ini salah satu modus yang dilakukan penyelundup agar bisa lolos. Mereka bereaksi di malam hari. Bahkan dengan sengaja mematikan lampu kapal agar tidak kelihatan berlayar di malam hari.

Tapi modus-modus ini sudah terendus oleh tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV unit 1 Jatanrasla (kejahatan dan kekerasan di laut) yang berhasil mengamankan satu kapal kayu, Jumat (10/2) dinihari, kemarin.

Kapal ini sebenarnya sudah lama jadi target operasi (TO) WFQR Lantamal IV. Kapal Motor (KM) Salwa Ivana 1 dengan pemilik berinisial RR ini merupakan kapal jenis kargo yang terbuat dari kayu dan saat ditangkap berbendera Indonesia.

Ciri-ciri lain kapal tersebut adalah, anjungan berwarna biru laut dan lambung berwarna cokelat kayu. Kala ini ditangkap di wilayah perairan Teluk Jodoh Batam sekitar pukul 01.00.

Dari hasil pemeriksaan petugas, kapal ini bermuatan berbagai jenis yang dibawa dari Singapura antara lain bijih cokelat sejumlah 368 karung dengan berat sekitar 13 ton.

Panci buatan Tiongkok sejumlah dua palka, alat listrik berupa NCB, travo, lampu sejumlah satu palka. Termos buatan Tiongkok sejumlah dua koli ukuran besar. Piring keramik buatan Tiongkok sejumlah 10 koli. Mangkok keramik lima koli, berbagai macam barang-barang buatan Tiongkok 10 koli dan cat merk Jotun sebanyak 36 drum.

Salwa Ivana 1 ini ditangkap karena diduga melakukan pelanggaran dengan memanipulasi tonase kapal. Selain itu, juga melanggar aturan karena mengeluarkan barang dari kawasan Free Trade Zone (FTZ) tanpa dokumen pemberitahuan persetujuan pengeluaran barang untuk menghindari pembayaran pajak negara (PPN) 10 persen dari harga barang.

Barang-barang yang berasal dari Singapura ini diselundupkan masuk ke wilayah Batam melalui pelabuhan tikus.

Menurut Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksma TNI S Irawan mengatakan, tim WFQR-4 Unit-1 Jatanrasla yang dipimpin Mayor Laut (T) Rudi Amirudin sedang melaksanakan patroli rutin di wilayah perairan Teluk Jodoh Batam pada pukul 01.00.

Saat itu, dengan samar-samar, petugas melihat ada kapal berlayar. Karena curiga kapal tidak ada lampu, akhirnya petugas mendekat dan menghentikannya.

Saat diperiksa, ada surat-surat yang tidak lengkap dan tonase dimanipulasi. Petugas lalu membawa nakhoda berinisial M dan dua orang ABK dengan inisial M dan A.

Modus yang dilakukan untuk mengelabuhi pantauan petugas adalah, kapal berlayar tanpa menggunakan lampu navigasi sehingga menimbulkan kecurigaan petugas.

Irawan menjelaskan, bahwa ketatnya pengawasan patroli aparat dari TNI AL, Polri dan Bea Cukai di perairan Kepri membuat para penyelundup menggunakan berbagai cara, antara lain yang sering ditemukan memindahkan barang-barang selundupan dari kapal besar ke kapal kecil di tengah laut.

Dan untuk mengelabui petugas, penyelundup bergerak atau berlayar pada malam hari secara senyap dan tidak menggunakan lampu namun semua itu sudah diantisipasi.

”Kita akan terus mendalami dan mengembangkan hasil operasi ini. Kita akan menindak tegas para penyelundup,” tegasnya.

Tim WFQR Lantamal IV tidak akan pernah berhenti memburu para pelaku kejahatan di perairan Kepri baik yang terlibat tindak kejahatan illegal fishing, perompakan, penyelundupan TKI, penyelundupan sembako, peredaran narkoba dan berbagai tindak kejahatan lainnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, tindakan yangg dilaksanakan tim WFQR 4 Unit 1 Jatanrasla membawa kapal KM Salwa Ivana 1 ke Dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna proses lebih lanjut.(Raymon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here