Lampu Hias Sungai Carang Rusak

0
450
Lampu hias Jembatan Sungai Carang cukup indah saat di malam hari. F-DOK/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Lampu hias di Jembatan Sungai Carang rusak. Pemasangan lampu hias menelan anggaran APBD Kota Tanjungpinang 2017 sekitar Rp3,5 miliar, selesai akhir tahun lalu.

Lampu hias redup karena beberapa lampu padam atau rusak karena disambar petir. Terkait hal ini, Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum (PJU) DKPP Kota Tanjungpinang, Yoni Fandri menuturkan lampu hias di kawasan tersebut rawan tersambar petir, untuk itu berencana di APBD Perubahan ini akan memasang penangkal petir.

Ia menuturkan, lampu hias sempat redup karena tak terbaca di sistem saat dinyalakan. Setelah di cek ternyata delapan lampu dari ratusan yang ada rusak karena tersambar petir. Untuk itu, perlu perbaikan. ”Tapi sekarang sudah bagus dan terang, kemarin lampu redup efek lampu yang tersambar petir,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (18/5) pagi.

Yoni menuturkan, terkait pemeliharaan lampu di jembatan Sungai Carang masih tanggung jawab pihak ke tiga sampai Juni mendatang. Terkait pemelihataan lampu hias di Sungai Carang diakuinya belum dianggarkan di APBD Murni 2018 ini. Rencananya baru akan dilakokasikan di APBD Perubahan mendatang.

Ia berencana juga akan mengalokasikan pembuatan penangkal petir di kawasan tersebut. ”Jadi di APBD Perubahan kita ajukan penangkal petir di kawasan itu,” ungkapnya.

Saat disinggung biaya pemeliharaan PJU, yaitu sekitar Rp 400 juta lebih. Dengan rincian masing-masing kecamatan Rp 116 juta per tahun. Alokasi anggaran ini pun menurutnya sangat minim bahkan tak cukup memelihara PJU yang ada di Tanjungpinang.

Untuk diketahui, proyek pengadaan lampu hias Jembatan Sungai Carang menelan anggaran hingga cukup besar. Dituturkannya, lampu hias di nyalakan setiap harinya mulai pukul 18.30 sampai dengan 05.30 pagi. Kini, Jembatan Sungai Carang sudah jadi ikon baru. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here