Lampu Hias Tinggal Kenangan

0
394
Warna warni lampu hias Jembatan Sungai Carang di malam hari. f-suhardi-andri/tanjungpinang pos

Proyek Rp3,1 Miliar Tak Berfungsi

Jembatan Sungai Carang atau jembatan pelangi sudah lama jadi favorit warga saat malam hari. Bahkan, tak hanya orang Tanjungpinang. Warga luar kota pun sering menyempatkan diri menikmati pesona keindahan jembatan Sungai Carang.

TANJUNGPINANG – Jembatan ini juga disebut jembatan pelangi karena lampu hiasnya warna warni seperti pelangi. Malam hari jadi tempat selfie atau tempat foto-foto. Sayang, saat ini keelokannya terganggu. Ada tangan jahil yang sengaja mencuri kabel lampu di jembatan tersebut.

Lampu hias jembatan tersebut dibangun dengan anggaran Rp3,1 miliar, dimasa kepemimpinan H Lis Darmansyah-H Syahrul sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, tidak bisa berfungsi lagi. Keberadaan lampu hias di jembatan tersebut sempat sempat menjadi sorot masyarakat. Selain dana pembuatanya cukup besar, awal-awalnya saja dinyalakan setiap malam.

Setelah satu bulan lebih dinyalakan setiap malam, lama-lama lampu hias hanya dihidupkan di malam minggu saja. Jembatan di kasih lampu hias warna-warni seperti pelangi, tujuanya sebagai objek wisata baru. Sayang, meskipun dijaga sekuriti setiap hari dan malam, kabel lampu hias tetap saja hilang diambil maling.

Hilangnya kabel linear lampu hias baru diketahui oleh petugas securiti Rabu (2/8) sore hari. Saat petugas sedang melakukan patroli rutin di sekitaran Jembatan Sungai Carang.

”Kalau tidak salah saya, ada kurang lebih satu meter kabelnya yang hilang dicuri orang,” kata Kepala Seksi (Kasi) PJU dan Dekorasi Kota dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan (Disperkim) Kota Tanjungpinang, Hendry kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (2/8).

Setiap hari, kata Hendry, ada enam orang yang selalu stanbay dan menjaga serta memantau lampu linear di Jembatan Sungai Carang. Dari enam orang yang ditugaskan dibagi tiga sip jaga. Masing-masing sip dijaga oleh dua orang petugas.

Dua orang petugas pertama mulai jaga di Jembatan Sungai Carang, dari pukul 08.00-16.00WIB. Kemudian, dua petugas lagi mulai jaga dari pada pukul 16.00-24.00WIB. Setelah itu, dua petugas lagi mulai jaga dari pukul 24.00-08.00WIB.

Hendry mengaku, dirinya tidak tahu siapa yang tega dan berani mengambil kabel lampu linear tersebut. Kalau kabel sudah hilang, lampu linear tidak bisa menyala pada malam hari.

Pasalnya, kabel yang hilang mengalirkan arus listrik dari kontak menuju lampu linear. Sehingga kontak dihidupkan (on) oleh petugas, maka semua lampu linear menerangi sampai menghiasi Jembatan Sungai Carang pada malam hari. ”Kalau sudah seperti ini, sudah tidak indah dan bagus lagi Jembatan Sungai Carang pada malam hari,” terang dia.

Dengan kondisi seperti ini, ia memprihatinkan sekali. Karena banyak orang yang berkunjung sampai memanfaatkan penerangan lampu linear pada malam hari di Jembatan Sungai Carang.

Pengunjung yang datang ke Jembatan Sungai Carang, tidak hanya masyarakat lokal Tanjungpinang saja. Tetapi, ada juga wisatawan luar negari datang ke Jembatan Sungai Carang hanya untuk berfoto-foto. ”Ada juga untuk foto prewedding loh,” terangnya.

Maka dari itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga bersama aset Pemko Tanjungpinang. Karena lampu linear yang sudah dipasang di Jembatan Sungai Carang, adalah salah satu ikon Kota Tanjungpinang. ”Mari kita sama-sama jaga dan merawat lampu di Jembatan Sungai Carang,” imbaunya.

Kemudian, ia berharap, Disperkim Kota Tanjungpinang yang telah mengajukan lampu CCTv dan anti petir di APBD-P Tanjungpinang tahun 2018, bisa dikabulkan dan dipenuhi. Sehingga aset milik Pemko Tanjungpinang bisa dirawat hingga dijaga bersama. ”Kita ajukan di APBD-P tahun 2018 kisaran kurang lebih Rp150 jutaan,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here