Lampu PJU Banyak Mati

0
708
Petugas sedang melakukan perbaikan jaringan PLN.f-SUHARDI/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Masih banyak jalan lingkungan di tengah masyarakat yang belum dipasang Penerangan Jalan Umum (PJU). Ini sangat dikeluhkan warga, sebab membuat takut beraktivitas di luar rumah saat malam hari.

Terkait hal ini, Maskur sudah menerima aduan dari berbagai warga. Khususnya di kawasan Tanjungpinang Timur. Meski rumah-rumah sudah berdiri sejak puluhan tahun, ada yang belum memiliki PJU.

”Anggaran untuk pengadaan PJU setiap tahunnya ada, besar juga. Tapi saya bingung belum selesai-selesai untuk memberikan penerangan bagi masyarakat,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Begitu juga dengan anggaran pemeliharaan, setiap kecamatan dialokasikan. Meski demikian masih banyah lampu atau jaringan yang rusak belum diperbaiki.

Baca Juga :  RSUD Kepri Akreditasi Paripurna

Sudah seharunya, seluruh pemukiman masyarakat mendapatkan penerangan. Ini perlu keseriusan.

Padahal, seluruh warga Tanjungpinang setiap bulannya membajar Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sekitar enam persen dari tagihan. Pihak PLN kemudian menyetorkan ke kas daerah.

Dalam setahun penerimaan dari PPJ sekitar Rp 13 miliar. Harusnya, jika setengah dari ini bisa digunakan untuk pemasangan PJU sudah dapat diselesaikan dalam lima tahun.

Ia meminta Pemko Tanjungpinang mendata secara keseluruhan keperluan pemasangan PJU baru. Serta PJU yang rusak bisa dilakukan pemeliharaan sesuai anggaran yang disediakan.

Seperti berita Tanjungpinang Pos sebelumnya, anggaran pemerilaharaan lampu tahun sekitar Rp400 juta per tahun. Ini artinya, per kecamatan dialokasikan senilai Rp100 juta. Padahal, laporan yang diterima banyak PJU yang rusak.

Baca Juga :  Kondisi Pelabuhan Dompak Hancur

Salah satu pengedara melintas di kawasan Batu 12 arah Uban, Rian mengaku memiliki kekhawatiran melintas di kawasan itu karena gelap.

Begitu juga dengan kawasan lainnya. Bahkan di kawasan pemukiman masyarakat banyak yang belum ada PJU. ”Saya berharap di masa pemerintahan sekarang ada keseriusan memberikan penerangan lingkungan kepada masyarakat,” ucapnya.

Ia menuturkan, persoalan PJU bukan hal baru. Sudah seharusnya selesai. Bahkan di daerah lain, sudah tidak ada lagi pemukiman tanpa penerangan. Berbeda di Tanjungpinang yang penanganannya terkesan setengah-setengah. Bila perlu Pemko fokus. Misalnya, tahun ini memasang PJU di kawasan Timur dulu. Setelah itu, tahun depan kecamatan lainnya. Bila terasa berat maka per kelurahan.

Baca Juga :  Petani Tanjung Moco Berhasil Budidayakan Bunga Kol

Sebelumnya, warga Pulau Penyengat juga berharap hal serupa, meminta Pemko Tanjungpinang memasang PJU diberbagai ruas jalan dan pemukiman masyarakat. Begitu juga dengan warga Dompak Senggarang dan juga warga pelantar di Kota Lama. Meski tinggal di kota namun merasa seram di malam hari. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here