Landing Station Serawak Gateway Dirobohkan

0
575
DIROBOHKAN: Satpol PP ketika memecahkan tembok bangunan perusahaan Gateway Sarawak di Kota Tarempa. f-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

ANAMBAS – Akhirnya bangunan stasiun kabel fiber optik yang melintasi Kota Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas dibongkar.

Operasional kabel fiber optik tersebut, awalnya dikelola oleh pihak PT Serawak Gateway dengan memiliki izin prinsip. Setelah itu, operasional beralih kepada perusahan PT Sacofa yang tidak meningkatkan perizinannya sesuai aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.

Ketua Tim Terpadu Pembongkaran Laksma TNI Semi Johny Putra menegaskan, jika pembongkaran tersebut harus dilakukan karena tidak ada itikad baik dari perusahaan.

”Pasalnya keberadaan perusahaan tersebut dianggap tidak jelas. Perusahaan telekomunikasi asal negara Malaysia itu, telah beralih kepengurusan dari Serawak Gateway kepada PT Sacofa Sdn Bhd tanpa melaporkan kepada Pemerintahan Indonesia,” tegas Semi Johny Putra, Rabu (31/5).

Menurutnya, proses semua sudah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku, pihak perusahaan yang mengelola tidak bisa berbuat banyak. Untuk itu, sebagai tim yang bertanggung jawab untuk pembongkaran telah berkoordinasi bersama Satpol PP untuk merobohkan stasiun PT Sacofa menggunakan palu berukuran 6 kilogram.

”Izin prinsip yang dikeluarkan harus jelas dan PT Sacofa tidak semudah itu mengoperasikan tanpa mengikuti aturan yang jelas,” ungkapnya.

Semi menambahkan, peralatan yang masih melekat di Landing Station seperti rak penghubung kabel, baterai, tangki minyak dan panel diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas. Peralatan tersebut akan diawasi oleh Pemkab Anambas, dan tidak boleh keluar dari Landing Station.

”Kita sudah berikan waktu kepada Serawak Gateway untuk mengambil peralatan hingga tanggal 30 Mei kemarin. Tetapi pengurus Serawak Gateway sudah bubar, tetapi yang datang ke kami untuk mengambil peralatan PT Sacofa,” sebutnya.

Karena tidak memiliki izin yang jelas, maka peralatan tersebut tidak diberikan sebelum PT Serawak Gateway memberikan keterangan resmi tentang peralatan tersebut. ”Laporan dari Sacofa bahwa Serawak Gateway telah bubar, maka peralatan ini akan menjadi wewenang penuh Pemkab Anambas,” katanya. (cr29)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here