Langkah dan Persiapan Menghadapi Ramadan

0
1300
Yudhistira Andi Nugraha, S.Pd.I

Oleh :Yudhistira Andi Nugraha, S.Pd.I
Anggota ICMI Orda Kota Tanjungpinang

Tanpa terasa kita telah berada telah berada dibulan Rajab dan tanpa kita sadari kita akan memasuki bulan Ramadhan. Dimana bulan Ramadhan itu adalah bulan yang dinantikan oleh jutaan Ummat Islam diseluruh Dunia, bahkan Ummat non Muslim turut bergembira dengan datangnya Bulan Ramadhan, karena dengan adanya bulan Suci Ramadhan mereka dapat mengais Rezekinya pada saat menjelang berbuka Puasa. Ramadhan juga dapat dikatakan sebagai bulan yang berat bagi Ummat Islam. Kenapa diakatan bulan yang berat?, karena menurut Rasulullah SAW ibadah puasa adalah ibadah yang kadar beratnya melebihi dari jihad melawan musuh pada waktu berperang. Ibadah puasa ini menuntut kita agar mampu untuk menaklukan hawa nafsu diri kita sendiri selama sebulan penuh.

Orang – orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Biasanya mereka berdoa : “Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan.”

Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan,bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa pemanasan (warming up),sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu bak sudah terbiasa.

Dalam sebuah keterangan dikatakan bahwa bulan Ramadhan adalah sebaik-baik bulan atau bulan yang terbaik di antara bulan-bulan yang ada. Ia memiliki keberkahan dan kelebihan yang luar biasa. Bulan Ramadhan begitu banyak menorekan peristiwa bersejarah dan suci. Bahkan di dalam bulan suci Ramadhan terdapat satu malam yang memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan, yang apabila dihitung-hitung kurang lebih setara dengan delapan puluh tiga tahun. Malam seribu bulan tersebut biasa dikenal dengan malam Lailatul Qadar, yaitu malam ketika Allah swt menurunkan Al Quran yang merupakan pedoman hidup bagi seluruh umat muslim. Begitu banyak keistimewaan yang terdapat di dalam bulan suci Ramadhan sehingga kedatangannya pun begitu dirindukan oleh seluruh umat Islam (yang beriman).

Baca Juga :  Pariwisata Sumber Devisa Andalan Masa Depan

Salah satu kewajiban yang terdapat di bulan suci Ramadhan adalah berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari selama satu bulan penuh. Kewajiban berpuasa ini dengan jelas diperintahkan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah swt sebagaimana firman Allah swt yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” QS. Al Baqarah: 183–185

Baca Juga :  Belajar Sejarah dari Film Jalur Rempah

Selain dari Firman Allah swt di atas, kewajiban berpuasa pun dapat kita temukan melalui perkataan Rasulullah saw dalam berbagai hadits-nya. Salah satunya adalah hadits yang menyatakan bahwa Puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu perangkat yang turut ada atau harus ada dalam rangka mendirikan bangunan Dienul Islam.

“Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Agama Islam itu didirikan atas lima perkara.yaitu menyaksikan bahwasanya tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah pesuruh Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah dan berpuasa dalam bulan Ramadhan.” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam sebuah keterangan pun dikatakan bahwasanya pada bulan suci Ramadhan seluruh pahala  ibadah akan dilipatgandakan, bahkan ibadah sunnah pun akan dinilai sebagaimana ibadah fardhu’. Begitu istimewanya bulan suci Ramadhan dan begitu utamanya ibadah-ibadah di bulan suci Ramadhan (khususnya puasa), maka tentunya akan lebih baik bagi setiap muslim untuk senantiasa mempersiapkan diri guna menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan yang begitu mulia tersebut. Sambut Ramadhan dengan sebaik-baik sambutan, bukan menyambutnya dengan tangan kosong atau bahkan kebiasaan-kebiasaan yang sesungguhnya tidak diajarkan di dalam Islam. Kemudian isi Ramadhan dengan sebaik-baik isi, bukan sembarang isi.

Ada empat poin yang hendaknya kita lakukan dalam rangka mempersiapkan diri guna menyambut datangkan bulan suci Ramadhan:

Pertama, I’dad Ruhi Imani, yakni persiapan ruh keimanan.
Orang – orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Biasanya mereka berdoa : “Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan.”
Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan,bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa pemanasan (warming up),sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu bak sudah terbiasa.

Baca Juga :  Hoaks, KTP dan Pilkada

Kedua, adalah I’dad Jasadi, yakni persiapan fisik.
Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur’an, biasa bangun malam (qiyamul-lail), dan meningkatkan aktivitas saat berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.

Ketiga, adalah I’dad Maliyah, yakni persiapan harta.
Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Memersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.

Keempat, adalah I’dad Fikri wa Ilmi, yakni persiapan intelektual dan keilmuan.
Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, selama Ramadhan.  Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan perlbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga penting untuk dipersiapkan.

Demikianlah sekelumit tulisan yang penulis coba angkat dalam persiapan menghadapi Ramadhan yang mulia ini, semoga kita dapat menjalankan Ibadah Ramadhan tahun ini yang terbaik dari tahun-tahun sebelumnya agar Ramadhan tahun ini kita lalui dengan sia-sia.
Wallahu ‘Alam. ****

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here