Lantamal Amankan Ratusan Ekor Burung

0
324
Diamankan: Tersangka penyelundup burung dari Malaysia saat diamankan. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Pelaku penyeludupan satwa langka berupa burung jenis murai, poksai dan love bird sejumlah 23 kotak diamankan oleh Lantamal Tanjungpinang Senin (19/6). Penyelundukan ini terungkap setelah Tim Marlin Satgas Dispamal dan Unit 1 Jatanrasla Kejahatan dan kekerasan di laut WFQR Lantamal IV mengidentiviaksi boat yang dipakai pelaku. Menurut Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, setiap kotak burung itu berisi antara 10 hingga 15 ekor, hingga total burungnya sekitar 300 ekor

”Dari pengakuan para pelakunya, mereka memanfaatkan kelengahan petugas, dan masuk wilayah Nongsa Batam sekitar pukul 06.00. Mereka menganggap jam-jam tersebut supaya mereka bisa lolos dari pantauan petugas. Saat berada di perairan utara Nongsa Batam tepatnya pada posisi 01° 12″ 468 ‘ LU – 104° 05″ 820’ BT pergerakan boat pancung mereka berhasil dihentikan Satgas gabungan TNI AL,” kata Eko Suyatno.

Danlantamal menyebutkan, saat diperiksa petugas, boat pancung membawa muatan satwa secara illegal berupa burung jenis murai, poksai dan love bird sebanyak 23 kotak. Untuk mengecopk petugas kotak-kotak burung itu ditutup pakai terpal. Pengakuan nahkoda boat pancung tanpa nama yang berinisial K, kapal itu berlayar dari perairan P. Lima Malaysia menuju Tanjung Uma, Batam.

”Boat Pancungnya bermesin Yamaha 75 PK dengan ciri-ciri boat pancung kayu berwarna lunas merah dengan menggunakan tenda abu-abu,” sebutnya. Dugaan pelanggaran dokumen kapal/boat pancung nihil, Surat Pemberitahuan Berlayar (SBP) nihil, dokumen muatan nihil terkait burung satwa harus dilengkapi surat karantina, paspor nihil. Eko menjelaskan, modus operandi kegiatan illegal penyelundupan satwa ke wilayah Batam oleh pelaku sebagai penambang boat pancung dari pantai stress Teluk Jodoh Batam disewa dengan upah Rp 2 juta. Mereka menuju ke perairan Malaysia mengambil burung sebelumnya menghubungi pria berinisial Ai warga Negara Malaysia.

”Pelaku berangkat dari pelabuhan Tanjung Uma Batam pukul 04.00 dan bertemu degan Ai, di perairan Pulau Lima Malaysia kemudian mentransfer burung sejumlah 23 kotak selanjutnya kembali ke perairan Batam,” jelasnya. Sampai saat ini dari hasil koordinasi dengan Kepala Balai Karantina Batam Suryo pelaku dua orang dan barang bukti burung sejumlah 23 kotak telah diserahkan kepada Kepala seksi pengawasan dan penindakan (Wasdak) Balai Karantina Batam untuk proses hukum lebih lanjut diawali dengan penandatanganan berita acara penyerahan barang bukti.

Selain itu tim gabungan Satgas Marlin Dispamal dan unit 1 Jatanrasla WFQR 4 melaksanakan pemeriksaan terhadap muatan dan seluruh bagian boat pancung tersebut kemungkinan membawa barang terlarang lainnya seperti narkoba namun tidak ditemukan. (cr27)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here