Lanud RHF Pamerkan Sukhoi SU-27/30 ke Masyarakat

0
228
KOMANDAN Lanud RHF Tanjungpinang Kolonel Pnb M Dadan Gunawan ST MM ketika akan menaiki jet jempur Sukhoi SU-30MK2. F-Pentak Lanud RHF

Untuk ke sekian kalinya, TNI Angkatan Udara memamerkan jet tempur superioritas udara andal jenis Sukhoi SU-27/30 kepada masyarakat di Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (4/11). Dalam hal ini, pihak Lanud Raja Haji Fisabilillah (RHF) sedang menggelar Operasi Pertahanan Udara (Hanud) yang berlangsung mulai tanggal 29 Oktober hingga 2 November 2018 dengan Home Base di Bandara Hang Nadim.

TANJUNGPINANG – Operasi Hanud tersebut, menggunakan sandi “Tangkis Petir” 2018 yang melibatkan 2 unit pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 serta 1 unit Sukhoi SU-27SKM.

Untuk itu, Lanud RHF memberikan kesempatan bagi pelajar dan masyarakat untuk mengenal salah satu Alat Utama Sistim Persenjataan (Alutsista) yang menjadi andalan bagi TNI Angkatan Udara dengan membuka Open Base/Static Show di Bandara Hang Nadim Batam.

Acara tersebut akan dilaksanakan hari Minggu, 4 November 2018 di Apron VIP Bandara Hang Nadim Batam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Kedua jenis Sukhoi itu merupakan pesawat tempur yang canggih dikelasnya yang memiliki efek daya gentar tinggi (Deterent Effect) dikelasnya.

Sukhoi SU-27/30 selama ini ditempatkan di Skadron Udara (Skadud) 11, adalah sebuah skadron udara dan salah satu unsur pelaksana operasional Wing Udara 5 di Lanud Sultan Hasanuddin dan bagian integral dari kekuatan udara yang dimiliki TNI Angkatan Udara.

Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah Kolonel Pnb M. Dadan Gunawan, S.T., M.M., mengatakan, bahwa tujuan dibukanya Static Show ini untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat lebih dekat seperti apa Alutsista yang dimiliki TNI Angkatan Udara seperti pesawat tempur Sukhoi.

“Ini merupakan salah satu bentuk rasa tanggung jawab TNI AU kepada masyarakat. Bahwa ini, merupakan salah satu Alutsista yang dimiliki TNI AU yang dibeli dari pajak yang berasal dari uang masyarakat,” ujar Kolonel M Dadan Gunawan.

Selain dapat menyaksikan 3 unit pesawat tempur, terdapat pula 1 unit Helicopter jenis EC-725 Caracal buatan pabrikan Airbus Helicopter Perancis yang digunakan untuk SAR Tempur TNI AU.

Pengunjung nantinya, akan berkesempatan untuk bertanya langsung kepada pilot atau teknisi pesawat tentang pengalaman terbang maupun spesifikasi pesawat.

JET tempur Sukhoi Su-30MK2 di Bandara Hang Nadim untuk melaksanakan Operasi Pertahanan Udara bersandi Tangkis Petir 2018.
F-Pentak Lanud RHF

Sebelumnya, Lanud RHF telah menyiapkan Tim Taktis untuk Force Down pesawat asing

Dalam rangka mendukung Operasi Pertahanan Udara “Tangkis Petir” 2018 yang dilakukan oleh Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional) di wilayah Batam.

Lanud Raja Haji Fisabilillah sebagai perwakilan TNI AU di wilayah Kepri, menyiapkan 2 tim taktis untuk mendukung Force Down pesawat asing di Bandara Hang Nadim Batam dan Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.

Team taktis yg disiapkan oleh Lanud RHF tersebut, lanjut M Dadan, terdiri dari unsur Pomau, Paskhas, PLLU, Intel, Kesehatan, serta bekerja sama dengan Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, serta Pemadam Kebakaran Bandara.

Selain itu, M. Dadan Gunawan menambahkan, tim taktis tersebut disiapkan untuk mendukung sewaktu-waktu adanya tindakan Force Down pesawat asing yang melanggar wilayah udara Indonesia di Wilayah Tanjungpinang atau Batam.

“Lanud RHF mendukung sepenuhnya operasi “Tangkis Petir” 2018 ini, sebagai pangkalan udara pertahanan terdepan yang ada di wilayah Kepulauan Riau,” terang Kolonel Pnb M. Dadan Gunawan.

Operasi Pertahanan Udara “Tangkis Petir” ini, didukung 1 Unit Helicopter EC 725 Caracal dari Lanud Atang Sendjaja Bogor untuk Standby SAR.

Selain itu, juga ada 1 Pleton Paskhas, tim teknik, PLLU, Satrad 213 Bintan, serta tim Pendukung dari Lanud Raja Haji Fisabilillah.

Berdasarkan perkembangan informasi, pihak TNI AU dipastikan akan menerima kiriman pesawat tempur terbaru Multiperan dari Russia jenis Sukhoi SU-35 generasi 4++ tahun depan.

Dengan memiliki sistem avionik yang canggih, berupa Radar dan seabrek teknologi terbarunya.

Sukhoi SU-35 didaulat mampu membuat ciut F-35 buatan AS, yang terkenal dengan teknologi silumannya.

Kini, pihak Mabes TNI AU tengah mepersiapkan infrastruktur Home Base untuk SU-35 di Lanud Makassar.

Khususnya TNI AU, bukanlah barang yang asing menggunakan Alutsista pesawat tempur bikinan Russia.

Menurut sejarahnya, Ketika Presiden Soekarno menyatakan perang terbuka dengan Belanda awal tahun 1960.

Untuk itu, semua unsur kekuatan disiagakan termasuk pesawat tempur pabrikan Mikoyan Gurevich (MIG) 21 dalam jumlah yang besar dan ditakuti Belanda saat itu.

Sebagai negara Non-blok, TNI AU telah mengoperasikan Alutsista baik itu blok barat maupun timur.

Termasuk jet jempur bikinan General Dynamics F-16 A/B generasi pertama, dan F-16 Block 52ID versi lanjutan yang telah ditingkatkan kemampuannya.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here