Lapak Pedagang Ditukar, Curhat ke Dewan

0
408
BERKAS lapak: Salah satu pedagang pasar Baru II Blok B, Rudi menunjukkan berkas sewa lapak ke PT TMB saat bertemu Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur. f-DESI LIZA PURBA/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Sekitar 20 pedagang di Pasar Baru, Blok B Kota Lama mengadu ke anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu karena lapak jualannya di tukar. Lokasi dagangan yang ditempati puluhan tahun kini berubah menjadi kawasan parkir. Serta para pedagang di pindahkan ke lokasi lain. Meski tak jauh dari lokasi pertama, namun dinilai sepi pembeli.

Hal ini dikatakan Rudi salah satu pedagang saat berjumpa dengan Maskur belum lama ini. Mayoritas pedagang menjual rempah-rempah dapur, mulai dari cabai, bawang, sayur serta bumbu-bumbu lainnya.

Ia meminta ada keadilan dari pemerintah maupun pengelola, sebab kini mereka tak bisa menghidupi keluarga karena lokasi sekarang sepi pembeli. Dalam sehari belum tentu ada yang lau.

”Jangankan untung, dalam sehari terkadang dagangan kami ada yang tak laku, terkadang hanya Rp 20 ribu dan bahkan Rp 100 ribu. Ini baru penjualan, bukan untung,” ujarnya saat ketemu Maskur bersama awal media ini.

Para pedagang tersebut di pindahkan PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) dua minggu sebelum Lebaran 2016 lalu. Alasannya akan melakukan perbaikan. ”Kami sempat bermohon setelah Lebaran, tetapi tetap disuruh pindah. Kami mengikuti dengan perjanian setelah perbaikan selesai kembali ke lokasi awal. Sampai pembangunan selesai kami tak bisa pindah karena kini di jadikan tempat parkir,” ungkapnya.

Disarankannya, jika ingin membuat tempat parkir kendaraan dua di kawasan lorong menurutnya tidak tepat. Sudah seharusnya, pemerintah meletakkan di kawasan lain. ”Pasar di dalam harusnya menjadi tempat berjualan, bukan parkir. Sejak berjualan di tempat baru, cicilan rumah saya tak bisa terbayar, bahkan terancam akan di sita,” ucapnya pilu.

Ia mengakui sudah menceritakan masalah ini ke Direktur TMB, hanya saja belum ada solusi hingga kini. Ia berharap, segera ada kebijakan yang memberikan angin segar bagi pedagang. ”Jika di relokasi harusnya di carikan tempat yang di lewati pengunjung, loakasi kami sekarang bukan tempat laluan pembeli,” paparnya.

Terkait hal ini, Maskur akan mengajak para pedagang bertemu, dan menyatakan sikap terkait solusi bagi pedagang. Bila ingin kembali berjualan ke tempat awal harusnya tidak masalah. Hal ini perlu dibahas bersama PT TMB selaku BUMD Tanjungpinang.

Ia meminta, bila ingin ada lokasi parkir, sudah lebih baik relokasi tempat jualan sekarang saja. “Jangan sampai nasib orang banyak terabaikan, kita perlu cari solusi. Bayangkan berapa banyak yang dirugikan, tentu seluruh keluarga dan anak para pedagang ini,” tuturnya.(DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here