Lapangan Upacara Masih Tambal Sulam

0
616
BERBINCANG: Waka I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga bersama Simon Awantoko berbincang dengan Hasanur Arifin di Lapangan SDN 003 Tanjungpinang Barat. f-tunas/tanjungpinang pos

Ade Angga Kunjungi SDN 003 Tanjungpinang Barat

Salah satu Sekolah Dasar (SD) paling tua di Tanjungpinang adalah SDN 003 Tanjungpinang Barat yang terletak di Jalan Bali. Usia sekolah tersebut mencapai 59 tahun yang berdiri sejak tahun 1958.

TANJUNGPINANG – HANYA saja, infrastruktur di sekolah ini masih terlihat sederhana. Pemerintah daerah memang memberi perhatian ke sekolah tersebut, hanya saja belum maksimal karena keterbatasan anggaran.

Salah satu yang menjadi keinginan pihak sekolah memperbaiki lapangan yang tidak merata. Lantai lapangan tersebut hendaknya dibongkar dan diganti paving blok.

Inilah salah satu permintaan Hasanur Arifin, Kepala SDN 003 Tanjungpinang Barat kepada Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga saat mendampingi anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang yang berkunjung ke sekolah itu, Senin (23/10) kemarin.

Baca Juga :  Tanjungpinang Mesti Jadi Kota Pendidikan dan Perdagangan

Sebelum kunjungan ini, Ade sudah pernah ke sekolah tersebut saat Reses. Hasanur mengatakan, saat hujan turun, sebagian lapangan sekolah tergenang air. Kondisi ini sangat mengganggu terutama saat upacara. Siswa terpaksa menghindar dari genangan air agar sepatunya tidak basah.

”Inilah kondisinya Pak. Kalau bisa, lapangan sekolah kami diganti jadi paving blok. Kalau hujan tidak tergenang,” jelasnya. Lapangan terbuat dari semen itu sering rusak dan ditambal sulam. Hal itu juga yang membuat lapangan sekolah tidak merata.

”Ada duit, kami beli satu satu atau tiga sak semen. Tambal sulam. Gitu-gitulah terus pak,” ujar Hasanul. Selain itu, pria yang sudah dua tahun menjabat Kepala SDN 003 Tanjungpinang Barat ini mengatakan, di sekolah itu banyak siswa bertalenta terutama di bidang seni.

Baca Juga :  1.313 Santri di Kecamatan Bengkong Diwisuda

Hanya saja, infrastruktur untuk mendukung aktivitas siswa menyalurkan hobinya tidak ada seperti panggung terbuka. Ia pun meminta agar sisa lahan di depan sekolah bisa dimanfaatkan untuk panggung terbuka.

”Dari sekolah kita ini ada utusan Provinsi Kepri ke tingkat nasional dalam lomba mengarang syair. Banyak siswa lain yang berbakat, tapi kita tak punya panggung,” jelasnya.

Selain itu, pihak sekolah menilai mobiler sekolah perlu diperbaiki atau ditambah. Ade Angga mengatakan, untuk pekerjaan fisik di APBD Perubahan 2017 ini sulit terealisasi karena terkait waktu. Bila memungkinkan, akan dibantu di 2018, meski demikian pihak sekolah harus memasukkan proposal yang ditembuskan ke DPRD Komisi I, agar di prioritaskan.

”Pihak sekolah masukkan proposalnya, nanti kita usahakan dapat bantuan di APBD Murni. Mungkin tidak bisa semua kebutuhan, minimal yang prioritas sesuai usulan nanti,” ucap lulusan 1993 dari sekolah tersebut.

Baca Juga :  Uji Kemampuan Akademis Siswa

Ketua DPD II Partai Golkar Tanjungpinang ini mengatakan, proposal dari sekolah akan menguatkan argumen saat pembahasan anggaran, bahwa itu permintaan sekolah dan sifatnya mendesak. Untuk diketahui, APBD 2018 dipastikan defisit. Sehingga, belum semua permintaan sekolah bisa dipenuhi, namun dewan tetap mengusahakan agar yang prioritas bisa didahulukan.

Dengan demikian, perlahan-lahan kebutuhan sekolah akan terpenuhi. Saat itu, Ade Angga dan Simon Awantoko bersama Hasanur Arifin juga meninjau sejumlah ruangan dan menjadi tenaga pengajar dadakan di salah satu ruangan siswa.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here