Larangan Berlayar Belum Dicabut

0
180
KONDISI gelombang tinggi terlihat dari pinggiran salah satu pantai di Natuna. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

NATUNA – Peringatan atau larangan untuk tidak berlayar diperairan Natuna, hingga kini belum dicabut oleh pemerintah dalam hal ini BMKG. Sejak beberapa hari yang lalu.

Surat Keterangan peringatan tidak berlayar itu, dikeluarkan oleh BMKG dengan batas waktu sampai tanggal 13 Desember kemarin.

Peringatan tidak berlayar ini, dirilis untuk semua armada yang melayani rute Natuna, ke daerah tujuan karena kondisi laut yang kurang memungkinkan untuk diarungi.

Belalakang ini tinggi gelombang laut, diperkirakan berkisar antara 4 hingga 6 meter.

”Sampai saat ini belum ada keterangan pencabutan peringatan itu. Kami masih belum menerima keterangannya dari BMKG,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Iskandar Dj, Jumat (13/12).

Dengan begitu ia juga memastikan hingga hari ini belum ada kapal rute Natuna yang diperkenankan berlayar.

”Cuma kalau kapal -kapal yang berkapasitas besar seperti KM. Bukit Raya dan Tol Laut rute Jakarta-Natuna masih diperkenankan berlayar karena kapal-kapal itu dianggap memungkinkan bisa berlayar di tengah keadaan yang semacam ini,” terangnya.

Iskandar mengaku belum mengetahui, sampai kapan peringatan itu bisa diakhiri karena sangat tergantung dengan keadaan cuaca  ang belakangan ini berlangsung ekstrem di Natuna. ”Cuma harapan kami keadaan ini segera dapat membaik, agar tidak semakin berdampak pada pergerakan barang dan orang di daerah kita. Mudah-mudahan keadan ini segera berakhir lah,” pungkasnya.

Seperti yang terjadi sebelumnya, tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir di wilayah Natuna, mengakibatkan beberapa rumah warga Desa Sebadai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut terendam banjir.

Sedikitnya, ada 30 rumah warga terendam air hingga setinggi pinggang orang dewasa. Bahkan, sekitar 1 meter tinggi airnya.

Hal ini disampaikan oleh ketua RW 01 Desa Sebadai Ulu, Bahtiar kepada Pemerintah Daerah melalui Sekda Natuna Wan Siswandi yang tengah memantau langsung kondisi masyarakat terkena musibah banjir.

Menurut Bahtiar, banjir terjadi setelah dalam beberapa hari terakhir hujan turun dengan lebat, ketinggian air mencapai 1 meter.

”Alhamdulillah, genangan air dengan cepat surut. Namun demikian kami tetap waspada takut ada banjir susulan yang lebih besar lagi,” ungkap Bahtiar.

Sementara itu, Sekda Natuna, Wan Siswandi mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada mengingat cuaca masih diselimuti awan tebal tanda akan turun hujan.

”Hati-hati buat orang tua, jangan biarkan anak-anak bebas mandi di bantaran sungai, apalagi arus sungai sangat deras,” imbau Wan Siswandi. (hrd)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here