Latifa Nafkia Terseret Arus

0
87
WARGA ikut mencari korban, kemarin. f-raymon sandy/tanjungpinang pos

Sedang Asyik Bermain, Anak Batita Jatuh Ke Parit

Seorang bocah bernama Latifa Fitri (2,5 tahun) terjatuh ke dalam parit di Kuantan Gang Putri Ledang I Kelurahan Melayu Kota Piring Tanjungpinang, Selasa (30/10) kemarin sekitar pukul 14.00 WIB.

TANJUNGPINANG – DIDUGA, anak bawah tiga tahun (Batita) ini jatuh ke parit saat bermain bersama abangnya yang berusia sekitar 5 tahun pukul 14.00 saat hujan deras mengguyur Tanjungpinang, kemarin.

Saat kejadian itu, kedua orangtua tidak berada di rumah karena bekerja. Hingga kemarin sore, pencarian masih terus dilakukan.

Pantauan di lapangan, para petugas gabungan dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD(, Polisi, Damkar dan Tagana serta warga sekitar ikut mencari korban.

Para petugas menyusuri parit-parit untuk mencari korban di Kuantan Gang Putri Ledang 8. Petugas juga memasang pagar menggunakan kayu di jembatan.

Orangtua korban, Heri Susanto mengatakan, awalnya dia tidak mengetahui kalau yang jatuh ke parit itu adalah anaknya. Sesampainya di lokasi itu, barulah warga mengatakan yang sesungguhnya.

”Di sana mereka tidak mau ngomong. Baru di sini dikasih tahu. Mulai timbul prasangka bahwa yang jatuh anak saya,” katanya sangat sedih.

”Tetangga bilang kepada saya, anak saya sudah hanyut. Waktu kejadian saya dan istri kerja, saat hujan anak saya bermain dengan abangnya. Kita kerja, dia bermain sama abangnya,” ujarnya.

Hingga kini para petugas masih melakukan pencarian dengan menyisir parit. Diketahui air parit ini mengalir hingga ke laut Batu 8 Atas.

Tim SAR terus melakukan pencarian korban Latifa Nafkia Fitri 2,5 tahun dengan menyisir parit. Pencarian korban dilakukan hingga 3 kilometer.

Kasi Ops Basarnas Tanjungpinang, Eko Suprianto mengatakan, sampai saat ini pencarian masih nihil namun pihaknya terus berupaya untuk melakukan pencarian korban.

”Kita sudah menyusuri parit ini, mulai dari Ledang 8 sampai ke lokasi jatuh,” katanya, Selasa (30/10).

Eko menyebutkan, untuk medan pencarian tidak ada kendala namun di parit ini banyak sampah tetapi sudah dibersihkan.

”Sampah-sampah yang ada sudah kita obrak abrik tapi belum menemukan,” sebutnya.

Ia melanjutkan, pencarian korban dari mulai jatuhnya sekitar 3 kilometer, muara parit ini sampai depan Ramayana.

”Kita masih fokus pencarian di sekitar sini, tadi saat hujan air parit meluap, kita mengharapkan korban tidak terlalu jauh,” tuturnya.

Dalam pencarian korban sekitar 60 petugas, upaya pencarian korban akan dilakukan selama tujuh hari.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi turut mencari korban ke dalam parit. Ia ikut basah-basahan di dalam parit sambil menyusuri aliran air dari ujung ke ujung.

Kedalaman parit bervariasi. Ada yang setinggi dada, pinggang dan lutut. Saat hujan turun, airnya makin tinggi dan kemarin sore sudah mulai surut.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here