Latih 100 Anak Muda Kembangkan Usaha

0
122
anak-anak muda Tanjungpinang ikut latihan entrepreneur.

TANJUNGPINANG – Tercatat 100 anak muda yang ingin mengembangkan usaha mengikuti pelatihan entrepreneur dilaksanakan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Kegiatan berlangsung dua hari, Selasa-Rabu (4-5/9) di Hotel CK Tanjungpinang.

Narasumber dari kegiatan itu Dirjen Pemasaran Dalam Negeri, Kementerian perdagangan Luther Palimbong, jajaran Disperindag Provinsi dan Yosroha Sitompul yang juga menempuh pendidikan S2 di IPB jurusan manajemen.

Yosroha menuturkan, para peserta teridiri dari para pelaku usaha, beberapa anggota organisasi yang konsen menciptakan pengusaha-pengusaha muda seperti GMKI, HMI, PMII dan pelaku usaha lingkungan kampus STIE, UMRAH, dan Stisipol Tanjungpinang.

Dituturkannya, melalui kegiatan ini, para pelaku usaha bisa memenangkan persaingan global yang kian ketat, memajukan usaha serta menumbuhkan bibit-bibit pelaku usaha diberbagai bidang.

Menurutnya, ada banyak potensi yang dimiliki Kepri. Mulai dari olahan makanan serta hasil alam lainnya yang langka dan unik.

Dicontohkannya, berbagai jenis makanan khas Melayu sangat enak.
Ke depan akan muncul pelaku usaha yang bisa mengolah berbagai menu dan produk di jual di luar daerah.

“Ini juga suatu usaha yang menarik, namum belum banyak yang mencobanya,” ujar lulusan Stisipol Tanjungpinang tersebut.

Bahkan ia menuturkan, cangkang gongong hasil laut Kepri pun bernilai jual bila dibuat sedemikian menarik.

Menurutnya, pangsa pasarnya bukan hanya lokal dan nusantara melainkan mancanegara.

“Perlu mengeksplore saja kedepannya,” ucapnya.

Ditambahkannya, selain itu, anak-anak muda juga bisa menjual jasa. Diantaranya menawarkan paket-paket wisata bahari, bisnis wisata religi dan sejarah kuat yang dimiliki Tanjungpinang.

Disarankannya kepada peserta menekuni usaha perlu modal, utamanya keinginan belajar dan kemauan bekerja keras.

Luther Palimbong menuturkan, pemerintah perlu terus mendorong UKM-UKM tumbuh di Kepri. Memberikan laluan agar produk-produk hasil anak daerah memiliki pangsa pasar. Serta memastikan bahwa produk yang digunakan merupakan hasil anak bangsa bukan dari luar negeri.

“Pelaku usaha merupakan kelompok ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan menjadi pengaman ekonomi regional dan nasional di masa krisis. Jadi pengembangan usaha kecil perlu terus digeliatkan,” tuturnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here