Launching 6 Desember, Tarif Rp 4 Ribu

0
808

Dishub Operasionalkan Empat Bus

TANJUNGPINANG – Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan segera mengoperasikan empat dari lima bus pemberian Dari Kementerian Perhubungan. Rencana Wali Kota Tanjungpinang yang me-launching di terminal Sungai Carang beralamat Komplek Bintancentre (Bincen), Rabu (6/12) mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala Dishub Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto kepada Tanjungpinang Pos, kemarin. Bambang mengatakan, hanya empat bus saja yang dioperasikan, sedangkan satunya sebagai cadangan. ”Jadi kalau ada yang rusak baru bus itu sebagai penggantinya, jadi yang efektif berjalan empat saja,” tuturnya.

Pengelola jasa transportasi bekerjasama dengan PT Bestari Indah yang merupakan konsorsium dari sembilan perusahaan transportasi darat di Tanjungpinang. Terkait harga, sudah disetujui Wako, Rp 4 ribu per orang untuk dewasa atau umum. Sedangkan para pelajar dan mahasiswa senilai Rp 2 ribu per orang.

Baca Juga :  Harga Ikan Bilis Diprediksi Naik

Rutenya baru dua, yaitu melayani penumpang dari terminal Bincen ke Senggarang arah pusat pemerintahan kota serta menuju ke kelenteng. Selain itu, dari Bincen ke arag Tugu Tangan ke arah kanan tugu pesawat menuju ke Hangtuah dilanjutkan ke Dompak.
Bus mulai berjalan pukul 7.30 yang dijadwalkan lima kali pergi dan pulang.

Terkait masalah operasional, nantinya langsung ditangani PT Bestari Indah. Pihaknya hanya menyediakan bus sebagai bentuk pinjam pakai. Saat disinggung terkait realisasi pendapatan parkir, ia mengaku tidak mencapai target. Dari semula diproyeksikan Rp 1,3 miliar realisasinya di APBD Perubahan 2017 menjadi Rp 1,1miliar. Ini artinya tidak tercapai sekitar Rp 200 juta, hal ini serupa dengan tahun lalu.

Baca Juga :  Zondervan: Sudah Dua Tahun Kelola Parkir di Bandara

Hingga kini masih menerapkan sistem karcis dengan tarif Rp 2 ribu untuk kendaraan roda empat dan seribu untuk roda dua. Hingga kini belum menggunakan sistem stiker, dengan alasan belum memiliki pangsa pasar. Padahal sejak awal sudah diwancanakan Pemko, bahwa pelanggan tetap merupakan ASN.

Bila melihat ketentuan itu, maka sekitar 5.000 sudah membeli stiker bulanan. Meski demikian, berjalan hingga pada Oktober belum terealisasi. Tujuan menggunakan sistem bulanan agar pendapatan retribusi ke daerah lebih besar. ”Kami belum jalankan sampai saat ini, karena butuh mencetak stiker,” paparnya.

Baca Juga :  Tanah BLK Longsor Belum Diperbaiki

Bila dihitung dari target, maka setiap minggu Dishub minimal menerima sekitar Rp 25 juta per minggu. Ini sudah bersih, di luar dari gaji para juru parkir. Para juru parkir menerima gaji 40 persen sedangkan pemda 60 persen dari setiap retribusi.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here