Laut Kepri Mulai Sumbang PAD

0
522
Lay up kapal: Laut Kepri jadi lokasi yang strategis untuk jalur pelayaran dan lay up atau lego jangkar kapal. f-dokumen/tanjungpinang pos

Target Pendapatan Pemprov di APBD 2018 Naik Rp 100 M

Potensi bahari Kepri mulai berkontribusi untuk pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri. Sebab, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari jasa lego jangkar sudah dimasukkan di APBD 2018.

TANJUNGPINANG – PAD Pemprov Kepri di APBD 2018 nanti ditarget Rp 1,3 triliun. Jumlah ini naik sekitar Rp 100 miliar dibandingkan PAD Kepri 2017 sekitar Rp 1,2 triliun. Meski PAD tahun 2018 nanti naik, namun perkiraan APBD 2018 tidak jauh beda dengan APBD 2017 ini di angka Rp 3,36 triliun.

Sekdaprov Kepri, TS Arif Fadillah mengatakan, APBD 2018 tidak banyak berubah dibandingkan tahun ini. Angkanya bisa sama lantaran PAD meningkat.

”PAD sekitar Rp 1,3 triliun lah (2018). Kalau PAD tahun ini, PAD kita Rp 1,2 triliun. Memang ada kenaikan yang signifikan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos akhir pekan lalu di Hotel CK Tanjungpinang.

Saat ditanya berapa pemasukan dari lego jangkar, Arif mengaku lupa angkanya. ”Saya ingat secara globalnya saja. Yang tahu angka itu Dinas Perhubungan atau Dinas Pendapatan Daerah. Mereka yang koordinasi soal angkanya,” tambahnya

Herman Prasetyo, Kabid Pajak Daerah Dispenda Pemprov Kepri, mengatakan, dirinya belum dapat angka perkiraan PAD dari lego jangkar 2018.
”Saya sudah surati Dinas Perhubungan. Namun belum ada balasan dari mereka. Makanya, saya belum bisa sebutkan angkanya berapa,” jelasnya singkat via ponselnya, kemarin.

Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Azis Kasim Djou belum berhasil dihubungi, kemarin.

Arif Fadillah mengatakan, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri yang mengurusi retribusi diharapkan maksimal mencari potensi PAD. ”Tapi jangan sampai membebani masyarakat. Karena kita tahu kondisi ekonomi sedang sulit,” bebernya.

Saat ini, pembahasan Rancangan APBD 2018 masih terus dilakukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan masing-masing OPD.
Karena tahun depan Pemprov sudah menjalankan e-government, maka semua OPD sedang memasukkan data ke sistem. Tim pun terus bekerja.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, perkiraan retribusi lego jangkar Rp 19,5 miliar sebulan. Saat ditanya ke Arif apakah PAD lego jangkar 2018 bisa mencapai Rp 230 miliar, ia mengaku belum bisa memprediksinya.

”Tapi semakin besar semakin bagus. Bisa lebih banyak pembangunan yang kita lakukan. Karena potensi laut kita akan kita gunakan untuk kepentingan masyarakat Kepri,” katanya.

Jika dilihat dari perkiraan APBD 2018 sekitar Rp 3,36 triliun atau sama dengan APBD murni 2017, sementara PAD meningkat, maka kemungkinan besar dana transfer yang akan diterima Pemprov Kepri tahun depan berkurang.

Berdasarkan data Tanjungpinang Pos, Dana Alokasi Khusus (DAK) se-Kepri tahun 2015 Rp 523, 518 miliar. DAK se-Kepri 2016 Rp 1,612 triliun dan DAK se-Kepri 2017 sekitar Rp 665 miliar.

Selain DAK, yang menjadi pendapatan di APBD adalah Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana Bagi Hasil (DDB). Khusus kabupaten masih ada Dana Desa (DD). Kemudian Silpa dan pendapatan sah lainnya.

Saat ini, retribusi lego jangkar belum bisa dipungut lantaran masih menunggu revisi PP No.15 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Di PP ini, retribusi lego jangkar masuk dalam PNBP yang dikelola Kementerian Perhubungan. Padahal, jasa lego jangkar masuk dalam golongan retribusi. Sehingga bukan masuk ke kas negara, namun harus masuk ke kas daerah.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here