Layanan Fisik KTP-El Terhambat SDM

0
523
Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu (baju abu-abu) saat berkunjung ke Kantor Disdukcapil Tanjungpinang, Senin (29/1)

TANJUNGPINANG – Sekitar 16 ribu penduduk Tanjungpinang yang sudah melakukan perekaman data kependudukan, masih menunggu fisik KTP-el. Persoalannya, bukan tidak ada blanko KTP, tetapi kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tanjungpinang.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu usai melakukan kunjungan ke Kantor Disdukcapil yang beralamat di Terminal Batu 6, Tanjungpinang, Senin (29/1) kemarin.

“Ini persoalan besar, jangan dianggap seperti tidak ada masalah. Sebenarnya bisa selesai asal ada komitmen dari eksekutif,” ujarnya kepada Tanjungpinan Pos, di sela-sela kunjungan.

Pembahasan penyelesaian persoalan ini, Komisi I DPRD Tanjungpinang akan memanggil Kadisdukcapil Tanjungpinang, Rabu (1/2) mendatang di Kantor DPRD Tanjungpinang, Senggarang.

Ia berharap nantinya bisa dihadiri Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Drs Raja Ariza dan Sekda Tanjungpinang, Riono agar bisa memberikan keputusan.

“Kami akan panggil Kadisdukcapil, jika perlu tambah SDM seperti yang diutarakan, maka tinggal ditambah. Ini bisa, asal jangan persoalan anggaran, sebab sudah di sahkan,” ungkapnya.

Ditanya soal penyediaan SDM, menurutnya bisa meminta dari pegawai kelurahan atau honor daerah, yang ada di beberapa dinas. “Jadi tidak perlu merekrut honor baru, memperdayakan ASN yang ada di beberapa OPD dulu,” tuturnya.

Ia menambahkan, persoalan ini juga sudah pernah ditanyakan ke Sekda Tanjungpinang, Riono beberapa waktu lalu. Meyakini, sudah memiliki gambaran untuk menyelesaikan agar administrasi kependudukan bagus.

“Persoalannya banyak, bukan hanya menunggu KTP-el, tetapi juga sekitar 23 ribu penduduk yang sudah merakam data belum masuk ke server pusat. Ini juga masalah yang perlu dibahas penyelesaiannya,” tuturnya.

Kadisdukcapil Tanjungpinang, Irianto mengakui, tidak maksimalnya pelayanan karena kekurangan SDM. Mulai dari bidang pelayanan di front office hingga tenaga pencetak fisik KTP-el.

“Kita punya dua mesin baru pencetak KTP-el, belum dioperasionalkan karena kekurangan pegawai yang kerjakan,” tuturnya.

Ia menilai, butuh tambahan SDM agar pelayanan bisa lebih maksimal. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here