Layangan Motif Melayu Ramaikan PPTMA

0
782
LAYANGAN: Sejumlah peserta saat memainkan layangan di Lapangan Rimba Jaya Batu 2 Tanjungpinang, belum lama ini. f-dok/tanjungpinang pos

Digelar Beragam Lomba Permainan Rakyat

Permainan rakyat atau permainan tradisional turut menambah semaraknya Perhelatan Pemuliaan Tamadun Melayu Antarbangsa (PPTMA) Lingga tahun 2017.

LINGGA – TAK hanya gasing jenis permainan rakyat yang dimainkan di PPTMA nanti, namun ada juga layangan. Bahkan, panitia melibatkan pengurus Yayasan Masyarakat Layang-layang Indonesia (YMLI) Provinsi Kepri untuk menerbangkan berbagai jenis layangan nanti.

Sedikitnya 30 layang-layang yang akan diterbangkan oleh YMLI Provinsi Kepri dalam PPTMA danpesertanya juga cukup ramai yang dilibatkan untuk menerbangkannya.

”Ada 30 layang-layang yang siap terbang. Namun saat ini belum bisa diterbangkan karena kecepatan angin belum memadai. Layang-layang yang kami bawa ini besar hingga membutuhkan angin dengan kecepatan 18-20 knot,” kata Abdul Syukur salah satu pengurus YMLI Provinsi Kepri, Kamis (23/11).

Dikatakannya, permainan layang-layang juga salah satu bentuk permainan yang sejak lama ada di Kabupaten Lingga. Permainan ini menjadi salah satu permainan tradisional masyarakat Melayu.

”Selain gasing dan lainnya, layangan adalah salah satu permainan rakyat tradisional yang telah ada sejak dulu. Kami ingin berpartisipasi dalam PPTMA,” sebutnya.

Dilanjutkannya, untuk memainkan layangan yang besarnya hampir satu meter persegi dibutuhkan tempat dan ruangan yang besar. Karena itu, pada event PPTMA ini, YMLI memilih Lapangan Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) menjadi lokasi permainan layangan. ”Sayangnya angin saat ini belum mendukung. Mudah-mudahan jelang petang nanti angin sudah membaik, hingga seluruh layangan dapat dimainkan,” imbuhnya.

Masyarakat dari jauh pun akan bisa menikmati layangan indah yang memenuhi langit Lingga. Apalagi, corak layangan yang akan diterbangkan sesuai dengan adat Melayu.

Penampilan layang-layang pada Tamadun Melayu tersebut merupakan bentuk kepedulian YMLI untuk melestarikan permainan tradisional yang sudah ada sejak dulu di Bumi Bunda Tanah Melayu Daik Lingga ini.

”Kita banyak bawa layang-layangnya yang berlainan jenis. Cuma, mungkin untuk saat ini angin belum memenuhi syarat karena layang-layang kita ukurannya besar-besar,” tambahnya.

Layangan menjadi salah satu hal menarik yang disaksikan turis dan wisatawan nusantara (wisnus). Apalagi di Kepri, layangan sudah dimainkan sejak dulu. Kini, jenis layangan makin beragam dan ukurannya juga besar serta menarik.

Karena itu, layangan menjadi salah satu jenis permainan rakyat yang disuguhkan saat event-event besar seperti Festival Bahari Kepri (FBK) bulan lalu. Saat itu, Dispora Pemprov Kepri juga menggelar Festival Layang-Layang tingkat provinsi di Jalan Bakar Batu Km 2 di Kawasan Rimba Jaya, Kota Tanjungpinang, saat FBK Oktober lalu. Festival tersebut diikuti 57 peserta dari delapan provinsi di Indonesia yaitu, Provinsi DKI Jakarta, DIY Jogjakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Banten, dan Sulawesi Tenggara, serta tuan rumah Provinsi Kepri.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here