LDK Bentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa

0
5442
KAMPUS: Mahasiswa tengah serius mengikuti proses jam belajar di ruangan kelas. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpiang, akan melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi seluruh organisasi mahasiswa lingkup STIE Pembangunan.

Rencana LDK tersebut disampaikan Syarifah Maiza Ekaputri, Sekretaris BEM STIE Pembangunan, Kamis (9/2).

”LDK akan diikuti mahasiswa yang tergabung di organisasi lingkup kampus, dan rencananya akan digelar Sabtu mendatang,” ujar Syarifah.

Organisasi di lingkup kampus itu di antaranya BEM, Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga. Menurut Syarifah latihan ini untuk membentuk karakter mahasiswa dalam memimpin organisasi di kampus.

Dengan LDK, kata Syarifah, mahasiswa akan mengerti teknik memimpin organisasi, serta menerapkan sikap kepemimpinannya di kehidupan sehari-hari.

”Setelah mengikuti latihan LDK, mahasiswa mampu mengimplementasikannya saat memimpin organisasi,” jelas Syarifah.

Proses pelatihan yang akan dilakukan, salah satunya dengan metode pemaparan materi berupa keahlian teknis, kepercayaan diri, kemampuan memutuskan, Intelegensia, Antusiasme serta Integritas.

Mengenai metode pelatihan, Syarifah mengatakan pentingnya mahasiswa mengerti azas kepemimpinan yang menjadi dasar serta prinsip dalam memimpin yaitu konsisten, konsekuen dan mengayomi.

”Yang penting dalam memimpin tetap berlandaskan Pancasila,” tegasnya.

Dosen program studi Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (Stisipol) Raja Haji, Shahril Budiman S Sos Mpm berpendapat LDK adalah cara membangun generasi kepemimpinan dari kalangan mahasiswa.

”Jangan sampai pelatihan LDK tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya semasa orientasi di kampus,” sebut Shahril.

Tanpa LDK, Indonesia akan krisis generasi kepemimpinan dan berdampak pada kemajuan daerah. Generasi pemimpin muda Indonesia harus lahir dengan tangguh, dan menjadi kepemimpinan bangsa.

”LDK dan kegiatan-kegiatan mahasiswa lainnya, modal investasi bangsa untuk melahirkan pemimpin daerah bahkan negara. Sehingga mahasiswa mampu bersaing di era globalisasi,” jelas Shahril.

Menurut Shahril lembaga perguruan tinggi tidak hanya sebagai tempat pengembangan manusia yang berintelektual, namun juga sebagai pengembangan jiwa sosial kemasyarakatan. Dengan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu, pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

”Tujuan kegiatan pelatihan yaitu menambah dan memperlengkap pengetahuan, sikap, serta keterampilan mahasiswa didalam memimpin,” ungkap Shahril. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here