Lebih Cepat, Lebih Santai

0
2037
TINJAU: Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang didampingi Simon Awantoko, anggota DPRD Kota Tanjungpinang saat meninjau UNBK SMPN 6 di SMAN 4 .f-martunas/tanjungpinang pos

Ketika UN Bukan Penentu Kelulusan  

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Inilah pengembangan ujian nasional dari cara lama ke cara modern. Tak hanya lebih mudah, juga tidak menakutkan lagi.

TANJUNGPINANG – UJIAN dengan komputer membuat siswa nampak lebih santai. Setidaknya, pemandangan itu terlihat saat siswa SMPN 6 Tanjungpinang mengikuti UNBK di SMAN 4 Tanjungpinang, Selasa (2/5).

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya saat ujian masih pakai kertas dan pensil serta penghapus dan sapu tanganyang tidak bisa lekang dari tangan.
Kali ini, siswa cukup pegang mouse komputer di tangan kanannya dan tinggal klik. Tidak ada siswa yang terlihat tegang kemarin.

Hal ini diakui sejumlah guru sekolah itu yang mengatakan, bahwa siswanya sudah terbiasa dengan komputer. Sehingga, ujian dengan komputer bukan hal baru lagi.

Ujian dengan komputer banyak kemudahan dan membantu mengurangi ketegangan siswa. Sebelum ujian dimulai, para wakil rakyat sempat meninjau UNBK tersebut serta memberikan motivasi.

Langsung turun saat itu, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Suparno didampingi Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga dan Ketua Komisi II DPRD Tanjungpinang Mimi Betty Wilingsih serta anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang Simon Awantoko. Mereka meninjau pelaksanaan UNBK SMPN 6 Tanjungpinang yang menumpang di SMAN 4 Tanjungpinang Jalan Pramuka.

Di tempat lain, Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang didampingi anggotanya Rahma Agung dan Rika Adrian meninjau pelaksaan UNBK SMPN 8 yang dilaksanakan di SMKN 2 Tanjungpinang Jalan Pramuka.

Ade Angga meminta siswa untuk jujur dalam melaksanakan ujian. Yaitu tidak menyontek dan memberikan jawaban kepada teman sebelah. Itu merupakan hal penting yang harus dimiliki siswa untuk meraih sukses.

Baca Juga :  Gubernur Tunggu Terobosan Pimpinan BP Baru

UN untuk tiga tahun terakhir ini sudah tidak menjadi momok menakutkan. Sebab tidak menentukan kelulusan bagi peserta melainkan hanya instrumen pemetaan kemampuan siswa antarsekolah yang satu dan lain bahkan antardaerah yang satu dan lainnya.

Maskur Tilawahyu menuturkan pelaksaan UN tahun ini sangat spesial karena dilaksanakan bertepatan dengan hari pendidikan yang diperingati setiap 2 Mei.

”Saya merasa UN kali ini bersejarah dilaksanakan pada peringatan hari pendidikan. Siswa kini menentukan masa depan semoga semua berhasil,” ungkapnya.

Ia berharap dalam pelaksanaan UN tidak ada kendala, apakah itu berbasis komputer maupun manual menggunakan kertas. Sehingga setelah pelaksanaan ujian para siswa bisa tenang mempersiapkan diri untuk menentukan pendidikan ke jenjang berikutnya. Ujian akan dilaksanakan empat hari. Yaitu, Selasa 2 Mei dilanjutkan Rabu dan Kamis, (3-4/5) dan terakhir Senin (8/5) mendatang.

”Doa saya siswa dapat melaksanakan ujian dengan lancar dan siswa tidak gugup,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang H.Lis Darmansyah meninjau pelaksanaan UNBK Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tanjungpinang. Peninjauan dimulai dari SMPN 3 Tanjungpinang. Saat itu, Lis didampingi Asisten I Drs.H. Ahadi, Kadis Pendidikan Kota Drs. HZ Dadang, pengawas sekolah.

Mengingat keterbatasan fasilitas komputer di SMPN 3, maka pelaksanaan ujian siswa siswi SMPN 3 dilaksanakan di ruang Labor Komputer SMAN 3 Tanjungpinang, Selasa (2/5). Pelaksanaan ujian diikuti sebanyak 159 orang siswa dan siswi. Ujian akan dibagi dalam 3 sesi yang setiap sesi berjumlah 20 siswa.

Baca Juga :  Gubernur Tutup DBR FBK 2017

Untuk sesi I dimulai dari puku 07.30, sesi II pukul 10.30 dan sesi III pukul 14.00 WIB dengan durasi masing masing 120 menit. Sedangkan fasilitas komputer tersedia sekitar 40 unit komputer. Ujian hari pertama ini, peserta didik mengerjakan soal ujian B.Indonesia.

Di sela peninjauan, Lis Darmansyah menyampaikan Pemerintah Kota Tanjungpinang berencana ingin memindahkan lokasi SMAN 3 ke kelokasi baru, tetapi sebelumnya akan koordinasi dulu dengan Pemerintah Provinsi Kepri. Perencanaannya nanti gedung SMAN 3 akan digabungkan dengan SMPN 3, supaya lebih luas.

Lis berkeinginan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tanjungpinang terutama tingkat SMP dan SD yang merupakan di bawah naungan pemerintah kota yang paling utama pendidikan akhlak antara murid dan guru.

”Jika akhlak anak didik sudah baik Insyaallah kualitas akademis akan lebih baik,” ujar Lis.

Setelah dari peninjauan UNBK SMPN 3, Lis juga melakukan peninjauan UNBK di SMPN 1 Tanjungpinang dan dilanjutkan ke SMPN 10. Namun pelaksanaan Ujian Nasional di SMPN 10 tidak Berbasis Komputer, melainkan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Pada pelaksanaan ujian di SMPN 10 Lis berkesempatan membuka sampul soal ujian yang masih tersegel dan Lis memberikan motivasi kepada siswa siswi SMP 10 agar fokus, teliti dan tenang dalam melaksanakan Ujian Nasional, agar bisa mendapatkan nilai yang baik dan lulus 100 persen.

Baca Juga :  120 Istri Prajurit Membatik, Hasilnya Bedelau

Untuk penyediaan sarana dan prasarana sekolah, seperti komputer, pemerintah akan terus berupaya untuk memberikan bantuan komputer ke sekolah sekolah secara bertahap.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang H. Syahrul. S.Pd melakukan peninjauan pelaksanaan UNBK dan UNKP sekaligus membuka sampul soal ujian di SMPN 12 yang dipusatkan di SMK N 3 Tanjungpinang.

Pada kesempatan tersebut Syahrul memberikan arahan kepada siswa untuk bertekat di dalam hati bahwa anak-anak bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan teliti. Sehingga anak-anak dapat mempersembahkan nilai terbaik bagi orang tua dan membanggakan sekolahnya.

”Selain itu jagn takut dan berdoalah, fokus dengan ujian ini jangan memikirkan hal-hal yang lain dulu. Percayalah Allah akan memudahkan dan membuak pikiran anak-anak dalam mengerjakan soal soal yang diberikan ini,” sambung Syahrul.

UNBK ini dilaksanakan oleh 13 SMP Negeri dan swasta yang dilaksanakan di beberapa tempat berbeda untuk swasta dilaksanakan di sekolah masing-masing.

Empat mata pelajaran yang diuji dalam pelaksanaan UNBK dan UNKP diantaranya Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA.
Sedangkan yang melaksanakan UNKP sebanyak 13 sekolah yang dilaksanakan di sekolah masing-masing dengan mata pelajaran yang sama dengan UNBK.

Secara keseluruhan jumlah peserta didik se Kota Tanjungpinang yang mengikuti UNBK dan UNKP tingkat SMP sebanyak 3.463 orang siswa.(DESI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here