Lebih Senang Pakai Komputer

0
269
Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang HZ Dadang AG saat meninjau pelaksanaan UNBK SMPN 7 yang dilaksanakan di lab komputer SMKN 1 Tanjungpinang, Rabu (14/2). F-desi liza purba/tanjungpinang pos

SMP Gelar Simulasi UNBK Dua Hari

Siswa-siswi kelas IX atau kelas III SMP di Tanjungpinang sedang melaksanakan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Rabu (14/2). Siswa lebih senang ujian pakai komputer dibandingkan ujian manual pakai kertas.

TANJUNGPINANG – Ini merupakan kali keduanya digelar. Sebelumnya sudah dilaksanakan November lalu. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG turun langsung meninjau simulasi siswa SMPN 7 Tanjungpinang yang dilaksanakan di lab komputer SMKN 1 Tanjungpinang.

Ia menuturkan, masih ada simulasi terakhir sekaligus gladi bersih. Rencananya dilaksanakan mendekati pelaksanaan UN yang dijadwalkan 23 April. Simulasi hanya dilaksanakan dua hari. Satu hari untuk dua mata pelajaran.

”Hari ini ujian Matematika dan Bahasa Indonesia. Besok disusul ujian IPA dan Bahasa Inggris,” paparnya.

”Ini hanya simulasi, nanti ujian nasionalnya, satu hari, satu mata pelajaran yang diujiankan,” tambahnya.

Dituturkannya, dari 16 SMP negeri di Tanjungpinang, 10 diantaranya menerapkan UNBK. Sisanya masih Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

Dari 10 sekolah tersebut, dua diantaranya baru pertama kali menerapkan UNBK yaitu SMPN 12 dan SMPN 15. Sedangkan SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 6, SMPN 7 dan SMPN 8 sudah menerapkan UNBK sejak dua tahun lalu.

Dadang menuturkan, masih menunggu pemberitahuan dari pusat melalui Kementerian Pendidikan terkait ada atau tidaknya bantuan komputer. Jika ada bantuan, kemungkinan akan bertambah sekolah yang melaksanakan UNBK tingkat SMP tahun ini.

Kepala SMPN 7 Tanjungpinang, Misnaneli menilai, simulasi bagi siswa sangat penting. Sehingga mereka memiliki gambaran atau mental melaksanakan ujian nantinya.

Ia menilai, para siswa lebih suka ujian menggunakan komputer daripada manual yang perlu ketelitian melingkari lembar kertas jawaban. Meski demikian, ia mengakui masih ada juga siswa yang kikuk atau kaku. Ke depan berharap sudah bisa memiliki sarana sendiri di sekolah sehingga siswa bisa lebih sering latihan.

”Harapannya memang di tahun-tahun mendatang sudah memiliki sarana komputer sendiri,” tuturnya singkat saat bersama Dadang.

Tahun ini, ada sekitar 432 siswa kelas IX di SMPN 7 Tanjungpinang yang akan ikut UN. Terkait ini, Dadang menilai seluruh sekolah perlu ketersediaan komputer. Meski demikian, pengadaannya bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Sampai tahun ini, baru satu sekolah yang mandiri melaksanakan UNBK, yaitu SMPN 1 Tanjungpinang. Kepala SMKN 1 Tanjungpinang, Delisbet menuturkan, di sekolah tersebut tersedia sekitar 300 lebih komputer dengan delapan ruangan atau laboratorium. Satu diantaranya merupakan cadangan. ”Jadi tujuh yang digunakan, satu ruangan berisi 20-30 komputer,” tuturnya.

Sekolah tersebut juga memiliki tujuh proktor (yang mengendalikan server) dan lima teknisi. Meski demikian, dalam pelaksanaan simulasi dan ujian nantinya, proktor dan teknisi SMPN 7 dan SMKN 1 Tanjungpinang bekerjasama. ”Jadi kalau nanti SMPN 7 sudah dapat melaksanakan secara mandiri, proktor dan teknisinya sudah mengerti,” paparnya singkat.(DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here