Lelang Kuota Taksi Batam Belum Tayang

0
89
RATUSAN sopir taksi konvensional demo di Batamcenter, belum lama ini. F-martua/tanjungpinang pos

DOMPAK – Kepala Biro Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Kepri Misbardi mengatakan, dokumen lelang Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri terkait pekerjaan survei dan kajian kuota taksi Batam belum lengkap.

”Dishub sudah memasukkan dokumen lelang pekerjaan itu, namun ada yang belum lengkap sehingga kami kembalikan, minta diperbaiki,” katanya di Dompak, Jumat (9/2).

Dengan belum lengkapnya dokumen kelengkapan sebagai syarat masuk lelang di ULP, sehingga lelang proyek Dishub terkait survei dan kajian kuota taksi Batam itu belum bisa tayang.

Pihaknya dalam hal ini sudah koordinasi dengan Dishub Kepri untuk melengkapi data yang belum lengkap tersebut. ”Kita harapkan Dishub segera melengkapi persyaratan itu, sehingga akan segera tayang di ULP dan akan segera ada pemenangnya dan dapat direalisasikan terkait kuota taksi ini,” pesannya.

Disinggung anggaran untuk satu kali survei kuota itu dilakukan, Misbardi menjelaskan, anggaran lelang survei dan kajian kuota taksi Batam ini sesuai data yang diserahkan Dishub Kepri sebesar kurang lebih Rp 400 juta. ”Apabila sudah lengkap dokumen dari PPK dan Pokja paling lambat tiga atau empat hari sudah bisa tayang di ULP,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kepri Jamhur Ismail mengatakan untuk kekurangan dokumen pelelangan survei dan kajian kuota taksi Batam akan segera dilengkapi dalam waktu dekat.

”Saya memang belum mendapatkan laporan dari bawah terkait adanya kekurangan dokumen tersebut. Namun akan segera dilengkapi,” katanya.

Dia mengharapkan pelelangan ini akan segera selesai dan nantinya akan ada pemenangnya dan bisa langsung bekerja. Mudah-mudahan prosesnya akan berjalan lancar dan sukses.

”Kita sangat konsen terkait ini, sebab ini menjadi perhatian dan ditunggu masyarakat. Saya juga meminta agar semua pihak dalam hal ini pelaku usaha taksi konvensional dan online Batam agar bersabar menunggu hasil kajian dan survei ini,” jelasnya.

Jamhur mengatakan, hasil survei inilah nanti yang akan dijadikan sebagai data utama untuk memberi izin ke taksi online berapa kebutuhannya.

Saat ini, tidak ada data survei berapa kebutuhan taksi di Batam. Meski demikian, taksi online terus bertambah dan beroperasi meski belum ada izin. Aplikator masih terus menambah anggotanya.

Inilah yang sangat disayangkan Jamhur, izin belum ada namun sudah operasional. Izin angkutan umum itu dari Dishub Kepri dan sampai saat ini belum ada dikeluarkan untuk taksi online. (ais/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here