Lelang Proyek Fisik Lambat

0
683
TINJAU: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat meninjau pembangunan proyek fisik belum lama ini di Bintan. f-dokumen/tanjungpinang pos

Gubernur sudah Dua Kali Marah

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun marah marah karena kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri yang lambat. Hingga kini, proyek lambat dilelang. Sehingga, pondasi proyek pun belum ada.

TANJUNGPINANG – Hingga akhir Triwulan I 2017, belum satu pun proyek fisik yang sudah selesai lelang. Sehingga, pondasi pun tak ada yang sudah dibangun.

Berdasarkan hasil rapat capaian kinerja Pemprov Kepri, hingga akhir Triwulan I tahun ini, serapan anggaran APBD 2017 sekitar 23,04 persen saja. Jika dilihat dari nilai APBD sekitar 3,36 triliun maka serapan anggaran selama satu bulan itu sekitar Rp 722 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah menyebutkan, progres fisik dan administrasi penyerapan APBD Kepri 2017 Triwulan I hanya 23,04 persen. Progres tersebut tergolong lambat mengingat Triwulan II sudah habis dan masih banyak proyek yang sedang proses lelang.

”Kalau untuk DED (Detailed Engineering Design)-nya rata-rata sudah selesai. Masih terkendala diproses lelang. Karena, pada tahap lelang memerlukan jangka waktu,” ungkapnya di Gedung Aula Dompak, kemarin.

Disampaikannya, dalam rapat evaluasi, Gubernur juga sudah mendesak para Kepala OPD untuk segera menggesa pelaksanan kegiatan pembangunan.
Karena dalam pelaksanaan penyerapan APBD 2017, Pemprov Kepri termasuk lambat. Hal ini disebabkan proses APBD 2017 yang selesai pada Maret lalu.

Sementara saat menggelar rapat evaluasi, gubernur menurutnya sudah mulai menyampaikan nada suara meninggi. Gubernur resah terhadap kinerja bawahannya yang masih lamban. Untuk itu, Arif menegaskan, sudah menyampaikan kepada masing-masing kepala OPD Kepri agar lebih giat menyiapkan dokumen untuk mempercepat proses-proses yang masih berjalan saat ini.

Agar, penyerapan APBD terutama dalam pembangunan fisik dan kegiatan lainnya bisa segera dilaksanakan. ”Dalam rapat evaluasi bersama kepala OPD pun, suara Pak Gubernur sudah mulai tinggi juga memperingatkan supaya cepat kerja,” ujar Arif.

”Minimal batu-batu pondasi sudah terlihat wujudnya. Sampai sekarang ini, pondasi pun belum ada kelihatan sama sekali,” timpal Arif.

Tahun depan, Arif sudah menyampaikan kepada para kepala OPD agar segera menyusun syarat administrasi supaya proses lelang bisa dipercepat targetnya. November dan Desember proses lelang proyek fisik sudah harus selesai.

”Saat ini masih bisa toleransi, kami pun terus menggesa khususnya OPD yang mengerjakan proyek strategis, supaya cepat melaksanakannya,” tegasnya.

Arif memberikan gambaran, banyak proyek strategis Gubernur Kepri sesuai dengan impiannya mengedepankan Kepri ini sebagai daerah maritim. Maka proyek fisik seperti membangun beragam pelabuhan, jalan, jembatan serta pengembangan daerah termasuk wilayah Pulau Dompak saat ini digesa.

”Mulai nanti dari Jembatan I, kita berharap lebaran itu sudah indah, tapi karena proses sehingga perlu memakan waktu,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Kepri Nurdin Basirun kembali menegur dan memberikan peringatan kepada seluruh Kepala Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) agar segera melaksanakan pengerjaan fisik proyek APBD 2017 di Triwulan II April-Juni 2017.

”Gubernur secara tegas sudah mengingatkan pada seluruh Kepala OPD dalam rapat evaluasi program kegiatan APBD 2017 ini, agar pada Triwulan II ini seluruh pekerjaan proyek fisik dari kegiatan APBD 2017 dapat dikerjakan,” kata sekdaprov.

Biang Kerok Anjloknya Ekonomi
Serapan APBD dan APBN di Kepri diharapkan menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi Kepri di Triwulan I tahun ini. Belanja APBD akan membantu perekonomian masyarakat karena uang yang beredar banyak. Kenyataannya, belanja APBD selama tiga bulan itu hanya untuk gaji dan kegiatan rutin.
Sedangkan belanja yang cukup besar yakni proyek fisik belum ada. Jadinya, kondisi pertumbuhan ekonomi Kepri makin parah.

Sejumlah tokoh masyarakat dan anggota DPRD Kepri pun menuding, yang membuat ekonomi Kepri kian terpuruk salah satunya adalah lambatnya serapan APBD. Tak hanya Pemprov Kepri yang lambat serapan anggarannya. Namun, kabupaten/kota lain juga lambat.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here