Lelang Proyek Gurindam 12 Didesak

0
284
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun saat meninjau lokasi rencana pembangunan proyek Taman Gurindam 12 Tanjungpinang, baru-baru ini. f-istimewa/humas pemprov kepri

Lambatnya proyek Gurindam 12 Tanjungpinang dilelang Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemprov Kepri menjadi pertanyaan bagi masyarakat termasuk bagi Asep Nurdin, anggota DPRD Kepri.

TANJUNBGPINANG – ASEP NURDIN pun mendesak agar proyek tersebut segera dilelang apabila syarat asministrasi dan perizinannya sudah lengkap. Karena masyarakat sudah lama menunggu dimulainya pengerjaan proyek tersebut.

Politisi Hanura Kepri mengatakan, pihaknya juga belum menerima resmi apa saja alasannya hingga proyek tersebut belum dilelang. Selama ini, pihaknya hanya mendengar kabar ada dua persoalan yang belum bisa diselesaikan hingga belum bisa dilelang.

Awalnya, persoalan yang membelit adalah sulitnya mendapatkan izin Amdal. Namun, belakangan ini muncul informasi baru bahwa proyek tersebut terancam gagal dibangun karena defisit anggaran mulai membayangi APBD Kepri 2018.

”Pastinya saya pribadi belum tahu. Itu informasi yang berkembang di masyarakat. Namun, kalau memang tidak ada persoalan, kenapa tak dilelang secepatnya. Kan sudah hampir enam bulan berjalan,” katanya, kemarin.

Apabila proyek itu dilelang Juli nanti, maka masa pengerjaannya berkemungkinan dimulai Agustus. Sehingga, jika masa kerja 120 hari, kemungkinan besar tidak akan rampung sampai akhir tahun. Apalagi, anggarannya tahun 2018 ini cukup besar mencapai Rp100 miliar lebih.

”Kalau waktunya tidak sempat, volume pekerjaannya dikurangi. Karena proyek ini dikerjakan secara multiyears. Kalau memang tidak bisa, terpaksa ditundalah. Dan kita tak ingin ini ditunda,” jelasnya lagi.

Proyek ini, kata Asep Nurdin mendapat dukungan dari dewan. Meski anggarannya besar, namun proyek ini diharapkan bisa mengubah perwajahan Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri.

Pekan lalu, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sudah meminta dengan tegas agar proyek tersebut segera dilelang. Ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nurdin tahun ini.

Proyek tersebut telah disetujui DPRD Kepri dengan dibiayai APBD Kepri sekitar Rp530 miliar selama tiga tahun ke depan. Jumlah ini di luar biaya pengembangan Kampung Teluk Keriting menjadi lokasi wisata tradisional.

Rencananya, pembangunan dimulai dari Teluk Keriting dengan menimbun laut. Kemudian di atas timbunan itu akan dibangun jalan raya dua lajur dengan lebar 30 meter.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here