Lelang Proyek Tepilaut Molor

0
659
Gubernur naik kapal feri saat meninjau langsung lokasi pembangunan jalan lingkar tepilaut, baru ini.F-istimewa

Pembangunan jalan lingkar pada tahun ini ternyata molor. Hingga awal April belum ada satu proyek prioritas Gubernur Kepri yang dilelang. Padahal banyak item Proyek Gurindam termasuk penataan kampung Teluk Keriting.

TANJUNGPINANG – Biro Administrasi Layanan Pengadaan Pemprov Kepri telah melelang 80 paket dengan nilai Rp220 miliar. Namun dua proyek prioritas gubernur belum masuk lelang. Untuk tahap pertama pembangunan jalan lingkar, pemprov akan membangun panjangnya 4.82 Km dari Jembatan 1 Dompak hingga Tepilaut Gedung Daerah.

Mega proyek ini akan dianggarkan selama tiga tahun oleh Pemprov Kepri dan dimulai dari APBD murni 2018. Total anggarannya Rp 530 miliar.

Pembangunan jalan lingkar sendiri akan dimulai dari Tanjùng Ayun Sakti atau di depan Ramayana, persis bersinggungán dengan Jembatan 1 Dompak. Kemudian dari sana berlanjut ke daerah Teluk Keriting, Kampung Kolam, Sei Nyirih, Kampung Baru Madong, Sei Ladi, hingga ke KM 14 tepatnya belakang bandara.

Baca Juga :  Satker PKP akan Bangun Septic Tank Apung

Untuk wilayah Kabupaten Bintan sendiri dimulai dengan Simpang Desa Tembeling dan kembali ke Sei Nyirih. Total jalan yang akan dibangun di wilayah Tanjungpinang sepanjang 36.13 KM, sedangkan wilayah Bintan sepanjang 12.95 KM.

Sosialisasi antar pemerintah daerah dan Kementerian/lembaga sudah siap. Turun meninjau di lapangan sudah berkali-kali. Bahkan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) untuk memperkuat proses dibangunnya, proyek tersebut juga sudah sejak awal Maret selesai.

Kepala Biro Administrasi Layanan Pengadaan Pemprov Kepri, menyampaikan, saat ini sudah ada 25 paket proyek fisik dan non fisik Dinas Pekerjaan Umum, Penataan ruang dan Pertanahan (DPUPP) yang sudah selesai lelang di ULP.

Seperti, Peningkatan jalan kawasan pusat pemerintahan Dompak Rp 4.7 miliar, Pengawasan teknis peningkatan jalan kota Tanjungpinang wilayah I Rp 230 juta, Peningkatan jalan coastal area lanjutan Rp 4.5 miliar, Pengawaasan teknis peningkatan jalan kab karimun Rp 210 juta.

Baca Juga :  Gerak Jalan Digelar Minggu Pertama September

Kemudian, peningkatan jalan bukit leman trans batubi tanjung kudu sedanau Rp 9,6 miliar. Pengawasan pembangunan jalan Kabupaten Natuna Rp 200 juta, Pengawasan teknis peningkatan jalan Temburun pasir peti kabupaten Anambas Rp 281 juta, Pembangunan jalan pesisir dari desa pantai harapan ke desa selayar Kabupaten Lingga Rp 840 juta.

Pengawasan teknis kegiatan DAK jalan prov kepri Rp 467 juta, Normalisasi dan rehabilitasi saluran sei Andana Rp 950 juta. Pembangunan pengaman pantai kampung Sialang, Semelur Berakit Rp 650 juta.

Peningkatan jalan temburun-pasir peti kabupaten Anambas Rp 14.5 miliar, Pembangunan Jalan Pesisir di Tanjung kelit kecamatan Senayang Lingga Rp 840 juta. Kemudian, peningkatan Jalan Trans Batubi – Kelarik Kabupaten Natuna Rp 23 miliar, Pembangunan Jalan Lingkar Pauh Kab Karimun, Lanjutan Rp 920 Juta.

Peningkatan Jalan Musai-Kerandin Kabupaten Lingga Lanjutan Rp 4.7 miliar, peningkatan jalan Pulau Buru, Rp 860 Juta, Pengawasan teknis peningkatan jalan di Lingga Rp 99 juta, Peningkatan jalan Adi sucipto Batas jalan Tanjungpinang-Bintan, Rp 1 miliar.

Baca Juga :  Orang Tua Siswa Menanti Seragam Gratis

”Kalau jembatan lingkar belum bisa dilelang, karena masih dalam kajian Amdal dan Administrasinya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri, Abu Bakar.

Kata dia, karena proyek tersebut merupakan proyek multiyears, tidak ada patokan batas akhir akan dilelang. ”Tetap dibangun tahun ini, soal lelang kita harapkan segera,” harapnya.

Ia juga menegaskan, dalam lelang tersebut terbuka juga untuk kontraktor luar Kepri bahkan kontraktor milik BUMN bisa mengikuti lelang. Intinya, mencari kontraktor yang pengalaman dalam hal ini.(SUHARDI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here