Lengkapi Fasilitas Keamanan Laut di Bintan

0
503
TIM Satpolair melakukan penyisiran perairan Bintan, Senin (21/5) siang kemarin.F-ISTIMEWA

Satpolair Turunkan 2 Kapal Cari Turis Australia

BINTAN – Kejadian warga negara Australia yang jatuh dari kapal pesiar di perairan Bintan, mendapat sorotan dari Ketua Komisi I DPRD Bintan, Daeng M Yatir. Menurut Yatir, Pemprov Kepri harus melengkapi fasilitas keamanan dan pengawasan perairan Provinsi Kepri, di wilayah Bintan.

”Kewenangan kelautan ini, kan sudah tanggung jawab dari Pemprov,” kata Yatir, kemarin.

Yatir mengungkapkan, sudah banyak kejadian yang berkaitan keamanan di laut. Khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Bintan. Mulai dari TKI ilegal, penyeludupan narkoba, kecelakaan kapal tenggelam, sampai dengan turis yang jatuh dari kapal pesiar Australia.

Baca Juga :  JPI 2017, Disbudpora Motivasi Kreativitas Pemuda Bintan

”Dari dulu, setelah kejadian, baru semua kita sibuk. Seharusnya, fasilitas keamanan dan pengawasan di laut itu, dilengkapi oleh Pemprov Kepri. Sehingga, apa pun yang terjadi di laut, cepat dideteksi oleh pihak terkait,” jelasnya.

”Contoh negara Singapura, yang dekat dengan Kepri. Mereka selalu siaga di perairan perbatasan antarnegara, dengan fasilitas lengkap. Apa pun yang terjadi wilayah mereka, cepat terdeteksi. Kepri, seharusnya lebih mantap dari Singapura,” sambung Yatir.

Sementara, Satpolair Polres Bintan menurunkan 2 kapal patrolinya untuk melakukan pencaharian terhadap Jhon Cullent (30), pria berkewarganegaraan Australia yang dikabarkan terjatuh dari kapal pesiar Sun Princess, di wilayah perairan Bintan Timur, Sabtu (19/5) lalu.

Baca Juga :  Kapolda Cek Kampung Tangguh di Bintan

Pencaharian yang juga dilakukan secara serentak dengan Basarnas, Lantamal IV, Guskamla Armabar, Bakamla wilayah Barat, VTS Batam dan SROP Kijang masih terus dilakukan meskipun belum ada tanda-tanda akan ditemukan jasad WN Australia tersebut.

Kasatpolair Polres Bintan AKP Norman mengatakan, hingga saat ini pihaknya dengan tim gabungan masih mencari jasad pria yang jatuh dari kapal pesiar tujuan Australia menuju Malaysia tersebut.

”Hingga sore ini (kemarin, red) belum ada kabar perkembangan penemuan jasadnya. Kami masih melakukan pencaharian dengan menyisir wilayah perairan di sekitar Bintan Timur,” terangnya, Senin (21/5).

Baca Juga :  Sudah Berkeluarga, Suka Menggerayangi Anunya Bocah

Ia mengatakan, dengan menggunakan 2 kapal cepat dan 6 orang personil Satpolair Bintan melakukan penyisiran di sepanjang pantai dan pulau-pulau kecil di wilayah perairan Bintan Timur. (fre/aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here