Lestarikan Budaya Mandi Safar

0
621
MEMANDIKAN: Istri Bupati Lingga, Ny Heryulita Alias Wello saat memandikan seorang anak pada tradisi Mandi Safar, pekan lalu. F-tengku/tanjungpinang pos

Pemkab Gandeng LAM Jaga Adat Istiadat

Meski zaman semakin maju dan tidak bisa dihindari, namun budaya asli tetap harus dijaga dan dilestarikan. Anak muda saat ini harus mengikuti tradisi zaman dulu.

LINGGA – SALAH satu yang diminta untuk terus dijaga dan dilestarikan tentang adat budaya Melayu adalah mandi safar. Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga mengajak masyarakat Lingga agar lestarikan tradisi mandi safar tersebut.

Tradisi mandi safar yang sering dilakukan ini merupakan salah satu tradisi budaya turun temurun yang perlu dilestarikan. Hal ini dikatakan Ketua III Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga, Datok H Nadar H Muhammad Ali saat pelakaanaan tradisi mandi safar, baru-baru ini.

Baca Juga :  Tingkatkan SDM Pegawai, Gandeng IPDN

”Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Kebudayaan dan LAM kembali melakukan tradisi mandi safar di Lubuk Papan yang berada di Komplek Istana Damnah Daik Lingga dengan melakukan penyiraman secara simbolis kepada anak-anak,” kata Nadar, kemarin.

Kegiatan yang dilakukan ini merupakan kerja sama Dinas Kebudayaan bekerja sama dengan LAM Lingga, merupakan kebiasaan yang sudah sejak lama dilakukan di Lingga. Dimana sultan-sultan zaman dahulu juga telah melakukan kegiatan yang dilakukan turun temurun ini.

”Mandi Safar merupakan budaya yang harus tetap dilestarikan di Bunda Tanah Melayu Daik Lingga,” sebutnya.

Baca Juga :  Guru Risau, Insentif Belum Dibagikan

Diterangkannya, sesuai dengan pemahaman budaya Melayu yang identik dengan Islam, mandi safar mengajarkan agar banyak istighfar, bersalawat, membaca dan banyak melakukan silaturahmi, sebagaimana diketahui orang tua bahwa di dalam surat tahliqah dan tajul mulk bahwa pada hari arba’a terakhir, Allah SWT akan menurunkan bala dari alam luhul mahfuz ke alam dunia.

Dengan demikian, ia mengajak bersama masyarakat Lingga seluruhnya bersama bermohon kepada Allah SWT agar kegiatan mandi safar tersebut dapat untuk membersihkan diri, serta membersihkan jiwa menjadi lebih tenang dan terhindar dari malapetaka.

Baca Juga :  Pemprov Bangun Kolam Renang di Desa Mepar

”Mudah-mudahan kita terhindar dari bala bencana, setelah kita melakukan tradisi mandi safar. Air ini kita ambil dari tujuh aliran sungai. Atau air sulung dan ditaruh wapaq. Semua mahluk yang menyebutkan kalimat Allah pasti akan berjaya,” sebutnya.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here