Letkol Harry Jadi Danlanal Natuna Gantikan Tony

0
185
Mantan Danlanal Ranai Kolonel Laut (P), Tony Herdijanto saat menerima cenderamata dari Wabup Natuna, Ngesti Yuni, Sabtu (10/2) lalu. F-hardiansyah/tanjungpinang pos

NATUNA – Komandan Lanal Ranai berganti dari Kolonel Laut (P) Tony Herdijanto, S. E., M.Sc. kepada Letkol Laut (P) Harry Setyawan S.E. Prosesi pergantian akan digelar di Lantamal IV Tanjungpinang pada 14 Februari mendatang. Sedangkan prosesi pisah sambut dilaksanakan di Rumah Makan Sisi Basisir, Ranai, Sabtu (10/2) malam.

Hadir pada acara itu Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, seluruh unsur FKPD dan SKPD serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda Natuna. Kolonel Tony selanjutnya akan bertugas di Kodiklatal sebagai Komandan Pusdiklapa di Surabaya.

”Alhamdulillah saya kurang lebih 1 tahun bertugas di Natuna. Banyak pengalaman yang saya dapatkan di Natuna, alamnya indah dan kaya sekali. Saya juga mengapresiasi pemerintah dan masyarakat Natuna atas kerjasamanya selama ini,” kata Kolonel Tony dalam sambutan perpisahannya.

Letkol Harry sebelumnya bertugas di Koarmatim pada Satuan Kapal Selam sebagai Komandan KRI Nagapasa 403. ”Kami Senang dapat bertugas di Natuna, terimakasih atas semua bentuk sambutannya. Semoga wilayah Laut Natuna maju jaya dan aman,” ucapnya.

Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti dalam sambutannya mengapresiasi kerja TNI AL di Natuna khususnya Lanal Ranai. Ia mengatakan, Kabupaten Natuna memiliki luas wilayah 264.198,37 km2 dengan luas daratan 2.001,30 km2 dan lautan 262.197,07 km2. Ranai sebagai Ibu Kota Kabupaten Natuna.

Di kabupaten ini terdapat 154 pulau dengan 27 pulau (17,53 persen) yang berpenghuni dan sebagian besar pulau (127 pulau) tidak berpenghuni. Dua pulau terbesar diantaranya adalah Pulau Bunguran dan Pulau Serasan.

Pulau-pulau yang ada dapat dikelompokkan dalam dua gugusan pulau yakni gugusan Pulau Bunguran dan gugusan Pulau Serasan. Menurutnya, selain luas dan kaya, Laut Natuna memiliki potensi sebagai sasaran empuk bagi tindak pidana pencurian ikan (illegal fishing). Ancaman tersebut bukan hanya datang dari dalam negeri, melainkan juga kebanyakan dari luar negeri karena Natuna berbatasan dengan banyak negara.

”Ini artinya, pertahanan laut harus kuat dan selama ini TNI AL selalu sigap memberantas pencuri ikan dan gangguan laut lainnya, khususnya yang dari asing dan tidak ada yang bisa luput dari penjagaan TNI AL. Kami apresiatif sekali dengan kinerja yang baik ini,” ujar Wabup Ngesti.

Ia berharap kerja sama yang baik TNI AL dengan semua pihak di Natuna dapat terjalin sebaik-baiknya untuk optimalisasi penjagaan laut. ”Menteri Susi Pudjiastuti telah menginstruksikan semua pihak di Natuna agar menjadikan laut sebagai beranda depan rumah kita. Dengan begitu kami berharap TNI AL dalam hal ini Lanal Ranai agar dapat bekerjasama dan melakukan pembinaan terhadap masyarakat,” jelasnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here