Lewat Kepri, Indonesia Dilemahkan

0
328
SELAMATKAN PELAJAR: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun bersama pelajar Tanjungpinang, belum lama ini. Gubernur mengajak semua elemen masyarakat menyelamatkan siswa dari bahaya narkoba. f-suhardi/tanjungpinang pos

Jalur Masuk Narkoba Lewat Pelabuhan Tak Resmi

TANJUNGPINANG – Kepri yang berada di daerah strategis dan lautnya dilalui ribuan kapal membawa efek di sektor ekonomi. Namun, dengan jalur yang terbuka, sindikat pemasok narkoba juga memanfaatkan letak geografis Kepri untuk memasukkan barang haram itu.

Ratusan pelabuhan tak resmi menjadi pintu masuk narkoba. Para sindikat ini memasoknya dari negara tetangga. Sudah banyak pelaku yang ditangkap, namun pelaku lain tumbuh lagi.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan, narkoba menjadi musuh negara. Ada pihak-pihak tertentu yang melemahkan Indonesia dengan narkoba. Dan Kepri dijadikan sindikat narkoba menjadi pintu masuk narkoba. Ia pun mengajak semua pihak untuk sama-sama memberantas barang haram tersebut.

Saat ini, kata Nurdin, narkoba tak hanya dikonsumsi orang dewasa, bahkan pelajar SMP pun sudah ikut kena imbasnya. Sangat berbahaya. ”Ini betul-betul perang yang dilakukan pihak-pihak tertentu ke seluruh sendi-sendiri masyarakat. Ada upaya untuk melemahkan Indonesia. Secara politik, aparat keamanan yang lebih tahu itu (pihak tertentu),” ujar Nurdin kepada Tanjungpinang Pos di Batu 9, akhir pekan lalu.

Karena itu, agar narkoba tidak makin merongrong masyarakat, maka tidak perlu sendiri-sendiri untuk mencegahnya. Tidak ada kata lain, harus bersama memberantas narkoba. ”Ini musuh kita bersama. Indonesia sudah dadurat narkoba. Kita juga. Ini salah satu cara melemahkan Indonesia ke depan,” tambahnya.

Banyak cara yang dilakukan untuk merusak moral masyarakat Indonesia seperti meracuni dengan narkoba, melalui buku-buku termasuk melalui permen. ”Selama ada potensi, mereka berupaya dengan bermacam-macam cara. Segala upaya dilakukan untuk merusak kita. Mari kita sama-sama perangi. Persoalan ini jangan dipandang sebelah mata. Sekarang kita darurat narkoba,” imbaunya.

Hendaknya dilakukan satu pendekatan yang simpel agar narkoba tidak semakin merebak. Pencegahan bisa dilakukan melalui agama. Atau harus dikampanyekan dilarang merokok di depan anak-anak termasuk anak sekolah. ”Kita imbau kepada masyarakat, ayo sama-sama membangun Kepri. Ini tak mungkin bisa dilakukan sendiri-sendiri,” bebernya.

Gubernur juga mengatakan, maraknya narkoba masuk ke Kepri salah satu faktornya karena Kepri wilayahnya strategis. Menurut Nurdin, Kepri memiliki beribu-ribu pulau, serta masyarakatnya hidup harmonis, bahkan sektor pariwisatanya terbaik di Indonesia. Ditambah lagi Kepri berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. ”Ada pihak-pihak yang iri dengan kita. Jadi salah satu untuk menghancurkannya lewat narkoba,” tegas Nurdin.

Lebih lanjut Nurdin mengatakan, narkoba di Indonesia saat ini telah menjadi ancaman serius bagi bangsa dan sangat memprihatinkan terutama generasi muda. Ia menyampaikan, pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba bukan hanya tugas BNN, Polri ataupun TNI, melainkan ini tugas semua elemen bangsa termasuk masyarakat secara luas di Kepri.

Nurdin pun mengajak seluruh generasi muda untuk menyatakan perang terhadap narkoba dengan tidak mengonsumsi, mengedarkan maupun terlibat dengan obat-obatan yang merusak mental tersebut. ”Saya meminta generasi muda untuk sama-sama, membantu pemerintah melawan penyebaran gelap narkoba,” tutupnya demikian. (ais/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here