Libur Kuliah Sambil Belajar Usaha Ternak

0
621
EDO memberikan pakan ayam ternak di pagi hari di salah satu kandang ayamnya di Kundur. F-istimewa

KUNDUR – Liburan panjang lebaran Idul Fitri 1439 H tak hanya dihabiskan dengan berkumpul bersama keluarga. Namun, kesempatan dimanfaatkan untuk belajar beternak ayam potong agar memiliki pengalaman tersendiri untuk buka usaha nanti.

Seperti yang dilakukan Muhammad Riduwan yang akrab disapa Edo yang merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fkultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) ini.

Ia menceritakan, selama libur menjelang lebaran dan setelah lebaran disibukkan dengan aktivitas membantu peternakan ayam potong yang miliki orangtuanya di Kampung Dabit Lubuk, Desa lubuk, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun.

”Kegiatan ini rutin dilakukan, jika saya pulang kampung ketika ada libur kuliah. Karena orangtua saya hari-hari sebagai peternak ayam potong, yang jumlahnya ratusan ekor untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujar Edo, melalui pesan singkat Whatsapp-nya, Selasa (19/6).

Ia menjelaskan, selama membantu orangtuanya banyak hal yang didapat dari usaha beternak ini. Mulai dari pemberian pakan, dan pengobatan bagi ayam agar sehat menjelang panen agar layak konsumsi.

”Untuk ayam ternak potnog pak, hanya satu kali sehari diberikan makan. Untuk minumnya dua kali dalam sehari, dan diberi obat juga. Untuk obat, hanya diberikan selama kurang lebih 16 hari,” terang Edo.

Sementara umur ayam yang dinyatakan layak panen atau dipotong berumur 20 hari atau beratnya telah mencapai 1 kilogram. Namun, berhubungan permintaan penjual yang tinggi dengan berat 9 ons sudah bole dipotong.

Tidak hanya itu, lanjut Edo, berat 9 ons jika ayam tersebut sehat. Tetapi kalau tidak sehat, karena terserang penyakit harus menunggu perawatan dan akan dipanen pada umur 23 hari dengan bobot 1 kilogram. Ia menambahkan, sedari awal jika ada ayam yang terserang penyakit dipisahkan dari yang lainnya. Tujuannya, agar ayam yang sehat tidak terjangkit oleh ayam yang sakit sebelumnya.

”Setelah dipisahkan, ayam yang sakit akan ditangani dengan diberikan obat seperti antibiotik atau vitamin. Agar ayam itu segar kembali dan sehat serta bisa dipanen dengan bobot yang layak,” jelasnya. Selain mempelajari proses ternaknya, juga mempelajari sistem penjualannya ke pasar-pasar. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here