Libur Panjang, Siswa Diminta Jangan Keluyuran

0
715
ORANGTUA siswa ikut datang ke sekolah untuk menemani anaknya masing-masing menerima rapor di SDN 011 Tanjungpinang Timur, Jumat (8/6).F-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Siswa Kelas I-V SD dan siswa Kelas I-II SMP/MTs/SMPLB sudah mulai libur mulai, Sabtu (9/6) hari ini setelah menerima rapor di sekolahnya masing-masing. Meski libur panjang, siswa diminta jangan berkeliaran.

Sedangkan siswa Kelas I-II SMA/SMK/MA/SMALB sudah libur sejak, Kamis (7/6) karena mereka menerima rapor pada, Rabu (6/6) lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dadang AG mengatakan, siswa akan libur sekitar 35 hari. Siswa baru masuk pada, Senin (16 Juli) nanti. Sama dengan siswa SMA/SMK akan masuk pada, Senin (16/7).

Meski demikian, siswa yang sedang libur jangan berkeliaran. Meski tidak belajar, namun tetap harus menjaga sikap. Jangan berbuat onar dan meresahkan orangtua maupun masyarakat.

Dadang juga meinta orangtua jangan lengah menjaga anaknya yang libur lebih dari satu bulan. Pengawasan harus tetap dilakukan. Jangan biarkan anaknya pulang larut malam karena dikhawatirkan ugal-ugalan di jalan raya bahkan balap liar.

Baca Juga :  Empat Sekolah Segera Dibangun

”Hindari sikap yang tidak baik. Jangan sampai meresahkan orangtua karena perjalanan kalian masih panjang. Dan kepada orangtua, mari sama-sama kita awasi anak kita. Apalagi libur panjang,” pesan Dadang yang disampaikan melalui Tanjungpinang Pos, Jumat (8/6).

Sementara itu, orangtua siswa nampak ramai di SDN 011 Tanjungpinang Timur untuk mendampingi anaknya masing-masing menerima rapor. Dadang mengatakan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan dimulai, Senin 2 Juli hingga Rabu 4 Juli mendatang. Di Tanjungpinang, PPDB untuk SD dan SMP masih manual.

Sedangkan untuk SMA sederajat, sekolah-sekolah di Tanjungpinang sudah menggunakan sistem online khusus sekolah negeri. Pendaftaran juga tetap menggunakan sistem zonasi sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Baca Juga :  Hore, Jurusan Perhotelan SMKN 1 Binut Dibuka lagi

Khusus untuk SD, syarat pendaftaran adalah orangtua wajib membawa Kartu Keluarga (KK) dan akta lahir. ”Sebagai bukti apakah usianya sudah tujuh tahun atau tidak. Jadi akta lahir dan KK harus dibawa,” bebernya lagi.

Adapun jumlah SD di Tanjungpinang yakni 75 unit baik negeri dan swasta. Adapun jumlah siswa Kelas VI yang Ujian Nasional (UN) Mei lalu sekitar 3.920 orang. Sedangkan jumlah siswa Kelas III yang ujian nasional atau lulus tahun ini sekitar 3.609 orang.

Artinya, jumlah siswa SMP yang tamat dan kursi kosong yang tersedia sekitar 3.609 dan yang akan mengisinya sekitar 3.920 orang. Ada perbedaan jumlah daya tampung sekitar 311 orang.

Baca Juga :  Maret O2SN Tingkat Kota

Dadang mengatakan, setelah mereka melakukan rekap jumlah kelas dan meja kursi yang tersedia, daya tampung SMP dan SD masih mencukupi. Yang penting, orangtua siswa mampu jangan memaksakan anaknya sekolah di negeri.

”Daya tampung negeri dan swasta mencukupi baik SD dan SMP. Tapi kita harap pengertian orangtua, jangan memaksakan anaknya harus sekolah di negeri. Karena swasta cukup banyak,” ungkapnya. Saat ini, dari empat kecamatan di Tanjungpinang, hanya Kecamatan Tanjungpinang Timur yang rawan terjadi kekurangan daya tampung siswa. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here