Libur, Penumpang BRT Sepi

0
885
BRT: Dua Bus Rapid Transit (BRT) saat menunggu penumpang di Terminal Sungaicarang, kemarin.f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Hari libur membuat kondisi penumpang Bus Rapid Transit (BRT) sepi. Menurut Tasli dan Candra Herman, supir BRT, penumpang BRT umumnya anak sekolah serta mahasiswa. Beberapa di antaranya adalah pekerja.

Tasli, salah satu supir BRT, yang membawa penumpang dari Terminal Sungai Carang menuju ke Sengarang. Sedangkan Candra Herman, supir BRT membawa penumpang dari Terminal Sungai Carang menuju ke Dompak.

“Dari pagi tadi tak ada penumpang,” kata Tasli saat ditemui di Terminal Sungai Carang, Minggu (10/12).

Baca Juga :  Pemprov Harus Perbanyak Rapat di Tanjungpinang

Menurutnya, sepinya penumpang BRT ini karena banyak masyarakat yang belum tau bahwa ada transportasi yang memiliki rute tujuan dari Terminal Sungai Carang menuju ke Senggarang setiap hari.

Kalau di hari Jumat (8/12) dan Sabtu (9/12), ia masih membawa penumpang dari Terminal Sungai Carang menuju ke Senggarang. “Walaupun hanya 10 orang, jadilah. Yang penting ada penumpang. Itupun hanya mahasiswa yang kuliah di Senggarang,” ucap dia.

Berbeda dengan Candra Herman yang membawa penumpang dari Terminal Sungai Carang ke Dompak yang selalu penuh di dua hari, sejak Jumat (8/12) dan Sabtu (9/12). Penumpang yang selalu dibawanya dari kalagan mahasiswa yang kuliah di Dompak. ”Ada juga penumpang masyarakat umum dua atau tiga penumpang. Selebihnya mahasiswa,” ucap dia.

Baca Juga :  Kunker di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau, Kas Kogabwilhan I Transit di Lanudal Tanjungpinang

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto belum berani menyebutkan bahwa hari libur ini, tidak ada penumpang. Menurutnya, pegawai Dishub Kota Tanjungpinang yang ditugaskan mengawasi BRT belum memberikan laporan. Ia mengimbau agar masyarakat memanfaatkan transportasi BRT.

Selain karena tarif BRT yang murah, juga karena transportasi ini nyaman bagi penumpang. ”Untuk masyarakat umum tarifnya Rp 4 ribu. Sedangkan pelajar dan mahasiswa dikenakan tarif Rp 2 ribu per orang. Jauh atau dekat tarifnya sama,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here