Liburan ke Pantai Bintan, Warga Tpi Diminta Waspadai Gelombang

0
482
Ardhito, prakirawan cuaca stasiun BMKG Tanjungpinang menunjukkan kondisi cuaca melalui layar monitor, di ruang kerjanya di wilayah Bandara Internasional RHF.F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Bagi warga Tanjungpinang yang ingin berkunjung ke objek wisata di Bintan, harus waspada dan berhati-hati. Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang memprediksikan, tinggi gelombang bisa mencapai 2 meter, untuk beberapa hari ke depan.

Prakirawan cuaca Stasiun BMKG Tanjungpinang, Ardhito menyampaikan, tinggi gelombang air laut ini terjadi di daerah pesisir timur, berada diperairan laut wilayah Provinsi Kepri. Empat perairan laut yang bakal terjadi tinggi gelombang itu antara lain di perairan laut Bintan, Lingga, Natuna dan Anambas.

Di wilayah Bintan yang terjadi tinggi gelombang mencapai 2 meter itu berada di pesisir timur seperti sepanjang kawasan wisata pantai Trikora dan Tambelan.

Baca Juga :  Gara-gara Narkoba, Tiga Polisi Masuk Penjara

”Kalau di Lingga itu, terjadi di perairan laut Dabo,” kata Ardhito, Minggu (30/6) kemarin.

Oleh karena itu, ia mengimbau, kepada masyarakat yang sering berkunjung ke pesisir laut Bintan seperti di Trikora, untuk tetap waspada terhadap gelombang. Apabila dilihat ada perubahan gelombang secara tiba-tiba, hendaknya masyarakat segera meninggalkan pesisir pantai Trikora. Agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Seperti tenggelam dibawa oleh arus tinggi gelombang tersebut.

Kemudian, tambahnya, bagi warga yang ingin berangkat menuju ke Tambelan, disarankan menunda keberangkataan, apabila mendapat informasi terjadinya tinggi gelombang di perairan laut Tambelan.

Baca Juga :  Warga Masih Memburu Emas

Tinggi gelombang terjadi di beberapa pesisir laut tersebut, disebabkan adanya tiupan angin kencang berasal dari selatan. Karena kecepatan tiupan angin bisa mencapai 30 meter per jam. Kondisi ini bisa berubah secara tiba-tiba. Perubahan tiupan angin mencapai 50-60 meter per jam. Spabila munculnya awan kumulonimbus. Awan ini bisa dilihat dengan kasat mata. Karena awan kumulonimbus berwarna hitam.

”Tapi, perubahannya sifatnya sesaat saja. Ini diperkirakan empat sampai lima hari ke depan,” ucap dia.

Berbeda dengan pesisir laut berada di tiga daerah wilayah Provinsi Kepri, seperti Tanjungpinang, Batam dan Karimun. Tinggi gelombang terjadi di tiga daerah pesisir laut tersebut, hanya mencapai maksimal 1 meter.

Baca Juga :  Gas 3 Kg untuk Orang Miskin

Meskipun tinggi gelombang terbilang masih kondusif, pengguna jasa transportasi laut untuk tetap mematuhi himbauan dari petugas berada di pelabuhan. Agar arus lalulintas di laut bisa lancar dan terkendali. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here