Liburan, Warga Padati Penyengat

0
273
Warga dari berbagai daerah saat mengunjungi rumah adat di Penyengat, salah satu tempat wisata, kemarin.

PENYENGAT – Momen perayaan hari Raya Idul Fitri atau lebaran dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata. Salah satu tempat wisata yang dikunjungi adalah di Pulau Penyengat.

Mereka yang berkunjung ke situs sejarah, bukan hanya warga Pulau Bintan namun ada juga warga dari luar Kepri. Ada datang dari luar negeri seperti dari Malaysia dan Singapura mengunjungi pulau yang ditempuh menggunakan transportasi laut.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Penyengat, puncak kunjungan masyarakat lokal maupun luar negeri mengunjungi Pulau Penyengat antara Sabtu Sabtu (16/6) atau Minggu (17/6) lalu.

”Kita perkirakan pada saat itu, bisa sampai sekitar 1.000 pengunjung per harinya. Kalu biasanya, paling banyak tidak sampai 300 orang,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang, Raja Kholidin kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (19/6).

Kata Raja, kunjungan ke Pulau Penyengat tidak pernah putus atau sepi. Karena terbukti pada Selasa (19/6), masih ramai masyarakat berkunjung ke Pulau Penyengat.

Sesampai di Pulau Penyengat, kata dia, masyarakat langsung mengunjungi Masjid Raya Sultan Riau. Hampir kebanyakan pengunjung langsung menunaikan ibadah salat berjamah di masjid yang berada di depan pintu gerbang masuk Pulau Penyengat.

Setelah menunaikan ibadah salat, pengunjung langsung melanjutkan perjalanan untuk melihat tempat bersejarah, termasuk ada yang ziarah ke makam pahlawan. Ada pengunjung yang langsung silaturahmi ke rumah saudaranya di Pulau Penyengat, berziarah ke makam pahlaman hingga ke Balai Adat, mengunjungi bukit kursi yang berada di puncak bukit Penyengat.

”Pusat titik kunjungan berkumpul itu memang di Balai Adat. Ramai (pengunjung, red) di Balai Adat,” ucap dia.

Bisa ramai, lanjut dia, di Balai Adat sudah menyediakan fasilitas yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Seperti tempat selfie atau berfoto bersama sanak saudara maupun kerabatnya.

Kemudian, disediakan tempat penyewaan pakaian adat Melayu. Semua fasilitas tersebut dikelola Pokdarwis Pulau Penyengat. ”Memang bayar. Setahu saya suka rela saja dari pengunjung. Ada yang bayar Rp5 ribu,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here