Lift Menara Masjid Dompak Siap Dioperasikan

0
393
DIOPERASIKAN: Menara Masjid Raya Dompak akan segera dioperasikan. f-suhardi/tanjungpinang pos

Bisa Memandang dari Ketinggian 65 Meter

DOMPAK – Perbaikan lift menara Masjid Raya Dompak sudah rampung. Hasil ujicoba tiga hari lalu, lift sudah berfungsi dengan baik. Pengunjung pun sudah bisa naik ke atas menara.

Kepala Sekretariat Masjid Raya Dompak, Adriansyah, mengatakan, karena genset masjid belum terhubung otomatis dengan sistem kelistrikan PLN, mereka belum membuka untuk umum. Pengelola khawatir, jika listrik tiba-tiba padam, maka lift akan mati dan pengunjung bisa panik di dalam lift sebelum genset dihidupkan.

Saat ini, lift sudah bisa dioperasikan. Jika listrik mati, bisa pakai genset. Namun, mereka tidak mau memaksakan dioperasikan sebelum tersambung secara otomatis. ”Kita tak ingin terjadi seperti itu. Makanya, kalau genset dan listrik PLN sudah terhubung otomatis, baru lah berani membukanya untuk umum,” ujar Adriansyah kepada Tanjungpinang Pos, Senin (18/12).

Pihaknya sudah menghubungi PLN agar segera memasang alat otomatis itu. Sehingga, ketika listrik PLN padam, maka genset otomatis menyala dalam beberapa detik. Pengunjung pun tidak sampai panik di dalam lift.

Dia belum bisa memastikan kapan menara masjid dibuka untuk umum. Semuanya tergantung seberapa cepat sistem otomatis itu terpasang dan ujicoba yang dilakukan pascapemasangan itu harus berhasil.

Ditanya apakah pengunjung nanti akan dikenakan biaya naik lift, Adriansyah mengatakan, mereka tidak berani memungutnya. Sebab, segala sesuatu yang menarik retribusi di aset pemerintah harus ada Perdanya. Adriansyah mengatakan, dirinya belum tahu apakah Perda Pajak dan Retribusi Daerah mengatur itu. Untuk sementara, apabila sudah dibuka untuk umum nanti, mereka hanya berharap pengunjung mau berinfaq untuk masjid.

Masuk ke lokasi masjid tentu tidak ada pungutan. Parkir gratis, naik menara nanti gratis. Namun pengunjung diminta menjaga kebersihan dan taman serta ketertiban untuk kenyamanan bersama.

Ia menjelaskan, tinggi menara tersebut 65 meter atau sekitar 16 lantai. Lift dengan kapasitas 8-10 orang itu terbatas sampai lantai 14 saja. Pengunjung harus naik tangga dua lantai lagi agar sampai ke puncak.

Di puncak inilah pengunjung bisa melihat pemandangan yang luas dengan view kawasan Dompak, jembatan, laut dan Kota Tanjungpinang. Kapasitas di puncak menara itu 10-12 orang. Di puncak menara ini pengunjung hanya bisa memandang sejauh kemampuan mata melihat. Tidak disediakan teropong di sana layaknya gedung-gedung pencakar langit.

Adriansyah menambahkan, kapasitas masjid ini sekitar 4.000 orang dan terbesar di Tanjungpinang. Sedangkan masjid terbesar dan termegah di Kepri adalah Masjid Agung, Natuna. Kapasitas lantai bawah saja sekitar 10 ribu orang.

Masih banyak yang harus dibenahi di kawasan masjid ini. Lampu jalan menuju masjid belum menyala, lampu sorot dan lampu taman juga belum menyala. Ia berharap Pemprov Kepri membenahi semua ini. Sehingga masjid milik Pemprov tersebut bisa terang benderang di malam hari. Saat ini, jamaah yang salat di sana sudah makin ramai terlebih setelah Jembatan I Dompak tersambung. Apalagi salat Zuhur, pegawai muslim rata-rata salat di sana.

Tahun depan akan ada pembenahan taman di kawasan masjid ini oleh Dinas Kimpraswil. Bunga-bunga akan ditanam dan taman dibangun.

Ditanya soal usulan masyarakat agar sekeliling masjid ditanam buah kurma, Adriansyah mengatakan, itu memang ide yang bagus dan di Karimun sudah dilakukan.

”Tapi tanah Karimun dan Dompak beda. Tanah Dompak berbauksit. Mungkin harus diteliti dulu sama Dinas Pertanian apakah cocok kurma ditanam di kawasan masjid ini atau tidak,” ungkapnya lagi.

Masjid ini sekarang diharapkan menjadi tambahan destinasi wisata di Tanjungpinang selain Jembatan 1 Dompak. Gubernur pun sudah membenahi dan mempercantik jalan menuju masjid tersebut. Masjid tersebut dibangun di atas bukit paling tinggi di Dompak sehingga dari kejauhan nampak berdiri megah dan kokoh. Hanya saja, perlu pembenahan dari segala sudut untuk menjadikannya masjid yang sejuk, indah, aman dan nyaman sebagai tujuan wisata religi.

Ke depan, masjid ini akan semakin ramai apalagi setelah Pelabuhan Dompak dioperasikan. Penumpang yang tiba di pelabuhan itu akan berkunjung ke masjid tersebut selain untuk salat bagi yang muslim, juga untuk mengabadikan pemandangannya. Posisi masjid ini benar-benar dirancang di tepi laut dan dari lokasi masjid nampak Jembatan I yang menghubungkan Pulau Dompak dan Kota Tanjungpinang. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here