Lihat Nilai di Rapor Elektronik

0
511
SISWA SMAN 6 Senggarang Tanjungpinang saat ujian berbasis komputer, belum lama ini di sekolah itu. f-istimewa

SMAN 6 Senggarang Manfaatkan Kemajuan Teknologi

Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk kemajuan pendidikan. Inilah yang dilakukan SMAN 6Senggarang-Tanjungpinang dengan memanfaatkannya untuk membuat nilai rapor secara elektronik.

TANJUNGPINANG – E-RAPOR akan dimulai pada semester pertama tahun ajaran 2019-2020 nanti. Saat ini, pihak sekolah itu sedang mempersiapkannya. Sedangkan aplikasinya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Kepala SMAN 6 Senggarang-Tanjungpinang, Daman Huri mengatakan, e-Rapor ini akan membantu orangtua untuk mengawasi pola belajar anaknya.

Orangtua sudah bisa melihat langsung nilai anaknya melalui aplikasi tersebut. Di e-Rapor itu, bukan hanya nilai mid semester dan nilai semester yang dimasukkan, namun nilai harian juga akan dimasukkan di sana. Sehingga jelas, berapa nilai masing-masing siswa.

”Sekarang sedang kita persiapkan semuanya, Programmer kita sedang menyusunnya, sehingga ke depan sudah siap pakai. Aplikasi ini sangat bagus. Meski sudah ada e-rapor, namun rapor secara fisik tetap ada. Bukan berarti dihilangkan,” ujar Daman Huri kepada Tanjungpinang Pos, via ponselnya.

Dijelaskannya, e-rapor ini juga akan menjadi backup data bagi pihak sekolah sekaligus membuka transparansi nilai anak. Jika di rapor tidak ada nilai harian, maka di e-repor ini diusahakan ada nilai hariannya.

Dengan demikian, orangtua sejak awal sudah bisa melihat nilai anaknya. Jika nilai harian si anak rendah, maka orangtua sudah bisa mengawasi anak lebih ketat belajar di rumah. Jangan banyak bermain dan membuang waktu sia-sia.

Nilai rapor, jelasnya, bukan hanya hasil ujian semester saja. Namun, gabungan dari nilai mid semester, nilai harian, tugas-tugas termasuk nilai ujian semester.

”Kalau nilai harian anak rendah, tentu sulit mengangkat nilainya agar bagus di rapor. Tapi, sudah ada antisipasi dari orangtua untuk mengawasi anaknya lebih ketat saat belajar di rumah,” tambahnya.

Orangtua bisa melihat nilai di e-rapor ini kapan saja. Namun tidak ada yang bisa mengubahnya, termasuk kepala sekolah sendiri tidak bisa mengubahnya. Yang bisa mengubahnya hanya guru mata pelajaran masing-masing.

Guru-guru mata pelajaran akan diberi pasword, sehingga mereka bisa login ke sistem. Jika ada yang hendak diperbaiki, maka hanya bisa dilakukan guru yang bersangkutan karena dialah satu-satunya yang punya akses untuk membukanya. Jadi, sangat transparan dan aman.

Daman Huri, mengatakan, pembuatan e-rapor ini juga atas dorongan dan masukan dari para pengawas sekolah. Ketika pengawas datang ke sekolah itu, mereka melihat semua hal yang penting diperbaiki maupun dikembangkan.

Salah satu dorongan dari pengawas sekolah adalah membuat e-rapor tersebut. ”Kita berterimakasih kepada para pengawas yang memberi masukan-masukan seperti itu. Aplikasi ini sangat berguna karena memberi kemudahan pada siswa, guru, terutama pada orangtua siswa,” tambahnya.

Daman Huri juga mengatakan, saat ini zaman serba maju, zaman serba canggih dan perkembangan teknologi informasi sangat cepat.

Kemajuan teknologi informasi ini harus dimanfaatkan untuk kemajuan pendidikan. Ini salah satu contoh positif pemanfaatan perkembangan teknologi informasi untuk kebutuhan pendidikan.

Ketika ditanya tentang jaringan internet untuk mendukung aplikasi tersebut, Daman Huri mengatakan, kini Telkom sudah masuk ke sana. Mereka menggunakan internet dari Telkom. ”Sebelumnya kami pakai yang swasta. Sekarang sudah pakai internet Telkom. Harganya lebih murah. Listrik juga aman. Makanya, kita memulai aplikasi ini,” ungkapnya.

Orangtua di sana juga diyakini akan mendukung sistem ini karena memudahkan mereka untuk melihat nilainya anaknya. Saat ini, smartphone sudah tidak asing lagi. Rata-rata orangtua sudah memilikinya, sehingga mereka bisa melihat nilai anaknya melalui ponselnya.

Kehadiran e-rapor ini juga sebagai bentuk dorongan bagi siswa, meski mereka di daerah pinggiran, namun tidak gagap dengan teknologi. Sehingga tidak mider dengan siswa yang ada di kota.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here