Lima Balon Wagub Hadapi Badai

0
736
H Nurdin Basirun dan Isdianto

Sementara, Isdianto Disebut Lebih Berpeluang

Lima bakal calon Wakil Gubernur (Balon wagub) Kepri masih berpeluang untuk masuk bursa calon wakil gubernur (cawagub).

Dompak – Kelimanya adalah Isdianto, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Pemprov Kepri, Agus Wibowo Wakil Ketua DPRD Bintan, Fauzi Bahar mantan Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Mustofa Widjaja mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Rini, staf khusus Gubernur Kepri yang juga putri mendiang HM Sani.

Bedanya, untuk saat ini Isdianto lebih berpeluang. Itu karena lima partai politik (parpol) pengusung HM Sani-Nurdin Basirun (Sanur) di Pilgub 2015 lalu sudah menetapkan nama Isdianto, salah satu kandidat yang diusung.

Adapun kandidat yang diusung masing-masing parpol adalah, Demokrat (Isdianto-Agus Wibowo), Nasdem (Isdianto-Rini), Gerindra (Isdianto-Fauji Bahar), PKB (Isdianto-Mustofa Widjaja) dan PPP (Isdianto-Mustofa Widjaja).

”Untuk sementara posisi Isdianto sudah memegang semua parpol pengusung,” ujar Ahars Sulaiman, pengurus pusat PPP yang juga Ketua Tim Pemenangan Sanur via ponselnya, kemarin.

Namun, kelima kandidat ini, kata Ahars masing menghadapi badai puting beliung di pengurus pusat parpol pengusung. Sebab, undang-undang Pilkada mengharuskan, parpol pengusung menetapkan dua nama.

”Sekarang ada lima nama. Oke lah Pak Isdianto sudah mengantongi lima parpol, tapi yang lain juga ada parpol. Sementara yang diminta dua nama, siapa yang akan ditetapkan? Kan pengurus pusat yang menetapkan,” tambahnya.

Langkah yang paling sulit itu adalah mendapatkan penetapan dua nama oleh kelima ketua umum lima parpol pengusung tersebut.

”Itu ibarat menghadapi badai. Seperti puting beliung. Karena, kader sendiri belum tentu terpilih. Malah orang lain yang masuk,” bebernya lagi.

Isdianto sendiri juga harus berjuang keras agar kelima parpol tidak mengubah namanya. Sebab, jika ada 1 parpol yang kemudian tak setuju mengusungnya, tetap batal.

Begitu juga dengan Agus Wibowo yang masih rawan batal jadi cawagub karena baru mengantongi ketetapan Partai Demokrat. Agus masih harus berjuang untuk mendapatkan persetujuan empat parpol lainnya.

”Kalau PPP saya yakin pengurus pusat tidak akan menyetujui Agus Wibowo. Tak ulah parpol lain menyetujui. Nah, satu pun parpol tak menyetujui, tetap tak bisa memenuhi persyaratan pencalonan,” tambahnya.

Karena itu, kandidat lainnya masih berpeluang menjadi cawagub asalkan dapat persetujuan ketua umum 5 parpol pengusung itu.

Ia yakin, persoalan ini masih baru bisa dirampungkan. Karena syarat utamanya belum ada. Sehingga, Ahars mengatakan, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun terlalu cepat menyerahkan dua nama ke DPRD Kepri sementara ketetapan lima parpol pengusung untuk dua nama belum ada.

”Tapi saya paham desakan ke gubernur cukup banyak,” jelasnya.

Untuk mendapatkan persetujuan ini, maka lima parpol pengusung harus bersatu. Dengan demikian, bisa dua nama yang ditetapkan.

”Kalau ketua umum parpol pengusung sudah menetapkan dua nama, baru lah bisa diajukan ke DPRD Kepri,” terangnya.

Jadi, kata dia, pemilihan wagub masih jauh.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan, dua nama yang diajukan gubernur ke dewan hanya nama tanpa ada surat penetapan dari lima parpol pengusung. Sehingga berkas itu dikembalikan untuk dilengkapi.

DPRD Kepri kapasitasnya hanya melakukan pemilihan dan verifikasi berkas sesuai persyaratan yang ditetapkan UU Pilkada dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).
Yang mengurusi berkas-berkas syarat itu adalah partai pengusung.

”Kalau sudah lengkap, serahkan ke kita. Setelah itu kita bentuk tim verifikasi. Jika datanya sudah valid dan asli, kita bentuk tim pemilihan dan mekanisme pemilihannya,” jelasnya.

Jumaga menegaskan, dewan tidak akan menerima berkas jika satu pun parpol pengusung tidak menandatangani dua calon wagub yang diajukan ke DPRD Kepri.

”Lima parpol itu harus sama-sama menetapkan. Satu pun parpol tidak ikut menetapkan, tidak bisa kita proses. Nanti seperti di Medan, satu parpol tak dilibatkan, digugat di MA, pemilihan batal,” katanya mencontohkan.

Soal Isdianto yang masih Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Agus Wibowo yang masih Wakil Ketua DPRD Bintan, tidak perlu mundur sebelum mereka mendapatkan persetujuan pimpinan pusat lima parpol pengusung itu.

Apabila sudah dapat SK DPP lima parpol pengusung dan sudah ditetapkan menjadi Cawagub, barulah disertakan syarat-syarat perorangan seperti sudah mundur dari PNS, DPRD, surat kelakuan baik, KTP-el, ijazah, surat kelakuan baik, surat kesehatan bebas narkoba dan lainnya.

”Ditetapkan dulu jadi Cawagub baru menyusul syarat calon. Tapi, yang pertama itu persyaratan pencalonan dari partai harus ada SK penetapan DPW (tingkat provinsi) yang ditandatangani ketua dan sekretaris. Kemudian penatapan DPP (pusat),” bebernya.

Tanpa ini, maka persyaratan pencalonan belum lengkap dan tidak akan diterima DPRD.

”Karena aturannya begitu. Kita tetap mengacu UU Pilkada dan PKPU,” tegasnya.

Agus Wibowo: Saya Wajib Maju
Agus Wibowo sebagai Cawagub Kepri menyatakan, ia akan mengikuti terus proses pemilihan Wakil Gubernur Kepri di kursi DPRD Kepri. Bahkan Agus Wibowo sudah menyiapkan kelengkapan administrasi.

”Saya tetap maju dalam proses pemilihan Cawagub Kepri ini. Ini tanggung jawab sebagai kader Demokrat. Nama saya dan Pak Isdianto kan sudah diajukan oleh Pak Gubernur,” kata Agus Wibowo, Kamis (2/3) lalu.

Agus Wibowo menjelaskan, semua persyaratan untuk pemilihan Wagub Kepri sudah disiapkan. Untuk surat keputusan dari parpol, juga sudah disiapkan oleh pengurus Partai Demokrat dan pengusung lainnya.

”Yang diperbincangkan sekarang itu, kan soal pengunduran diri dari jabatan. Kalau ini, saya akan mengacu kepada aturan yang berlaku,” kata Agus Wibowo.

Agus Wibowo mengungkapkan, sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), figur yang dicalonkan sebagai Cawagub seperti yang dihadapi Kepri saat, tidak perlu mundur dari jabatan. Calon cukup mengajukan surat cuti dari jabatan, selama proses pemilihan.

”Tapi kalau aturannya harus mundur dari jabatan, saya juga siap mundur dari jabatan. Bahkan saat ini, surat pengunduran diri saya dari Wakil Ketua DPRD Bintan itu, sudah dikonsep. Sewaktu-waktu diperlukan, tinggal diteken saja,” tegas Agus Wibowo.

”Pada intinya, saya siap dan wajib maju untuk proses pemilihan Wakil Gubernur Kepri ini. Kan sudah diajukan oleh Pak Gubernur, tak mungkin saja mundur. Kalau diminta mundur dari jabatan Wakil Ketua DPRD Bintan, saya siap,” katanya. (TUNAS-YENDI-Suhardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here