Lima Kapal Pencuri Ikan Ditangkap

0
785
DITANGKAP: Lima Kapal Ikan Asing (KIA) ditangkap Polair Mabes Polri di perairan Natuna Utara, Jumat (8/9) lalu. f-istimewa

NATUNA – Polair Mabes Polri terus menjaga laut Indonesia termasuk perairan Natuna. Penjagaan ketat yang dilakukan petugas patroli di Natuna akhirnya berbuah manis. Tim Polair Mabes Polri berhasil menangkap lima unit Kapal Ikan Asing (KIA) saat mencuri ikan di perairan Natuna Utara, Jumat (8/9) lalu. Kapolres Natuna, AKBP Charles Panuju Sinaga mengatakan, Polair Mabes Polri menangkap para nelayan asing saat sedang melakukan kegiatan menangkap ikan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

Ia menuturkan, KP Antasena dan KP Bisna melakukan misi patroli di wilayah perairan laut Natuna Utara (sebelumnya disebut Laut Cina Selatan). Tiba-tiba petugas patroli menemukan kapal asing yang sedang melakukan kegiatan menangkap ikan. Mendapati hal itu, petugas kepolisian langsung melakukan penyergapan. ”Ya, Polair Mabes yang nangkap kemarin. Mereka patroli di Perairan Natuna Utara,” kata AKBP Charles, Selasa (12/9) melalui teleponnya.

Baca Juga :  Bocah Bintan Pengidap Tumor Mata Itu Terlantar di Jakarta

Tersangka, Anak Buah Kapal (ABK) dan sejumlah barang bukti langsung diserahkan kepada petugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Sabang Mawang, Natuna untuk ditindak hukum lebih lanjut. ”Mereka kedapatan menangkap ikan di wilayah ZEEI dengan alat tangkap pair trawl dan tanpa dilengkapi dengandokumen yang sah dari Pemerintah RI. Sekarang semuanya sudah diserahterimakan ke PSDKP,” terangnya.

Koordinator Satuan Pengawas PSDKP Natuna, Dedy Potk membenarkan kejadian itu. Ia mengaku pihaknya sudah menerima sejumlah tersangka, barang bukti dan puluhan ABK dari Polair pada, Senin (11/9) lalu.

Baca Juga :  Waspadai Teroris Masuk Lewat Pantai

Ia merinci kapal yang berhasil ditangkap itu masing-masing kapal BV92589 TS, BV92303 TS, BV92403 TS, BV0657 TS dan BV0332 TS. ”Total ABK sebanyak 33 orang dan sekarang berada di Sat PSDKP Sabangmawang untuk ditindaklanjuti,” kata Dedy.

Mereka diduga melanggar pasal 93 ayat (2) jo pasal 27 ayat (2), UU RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 2004 tentang Perikanan. (hrd)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here